HUT ke-81 RI, Taruna Ikrar: WLA Jadi Kado BPOM untuk Indonesia Emas 2045

  • 18 Agt 2026 00:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Taruna Ikrar mengajak seluruh jajaran BPOM memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, profesionalisme, inovasi, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
  • Dalam momentum HUT ke-81 RI, Taruna juga menyinggung pencapaian BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA).
  • Taruna berharap capaian tersebut turut memperkuat kontribusi BPOM dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ada suasana berbeda di halaman Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Senin 17 Agustua 2026. Mengenakan pakaian adat Nusantara dari berbagai daerah, jajaran pimpinan dan pegawai BPOM mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat sekaligus semarak.

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengajak seluruh jajaran BPOM memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, profesionalisme, inovasi, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut Taruna, medan perjuangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga, kini kemerdekaan harus diisi melalui kerja nyata, inovasi, pelayanan publik yang berkualitas, serta keberanian menjaga kepentingan masyarakat.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan integritas, bagi keluarga besar BPOM, bentuk pengabdian itu adalah memastikan obat dan makanan yang beredar aman, berkhasiat atau bermanfaat, bermutu. Serta memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Taruna.

WLA Jadi Kado untuk Indonesia

Dalam momentum HUT ke-81 RI, Taruna juga menyinggung pencapaian BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA). Menurutnya, pengakuan internasional tersebut menjadi salah satu persembahan BPOM bagi Indonesia sekaligus simbol meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kapasitas regulatori Indonesia.

“Status WHO Listed Authority merupakan kado HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari BPOM. Ini bukan hanya prestasi BPOM, tetapi prestasi Indonesia. Merah Putih semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam sistem regulatori kesehatan dunia,” kata Taruna.

I menegaskan, pencapaian WLA tidak boleh membuat jajaran BPOM berpuas diri. Pengakuan tersebut justru membawa tanggung jawab lebih besar untuk mempertahankan standar, meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat inovasi regulasi, serta memastikan masyarakat menjadi penerima manfaat utama dari setiap kemajuan BPOM.

Ia berharap capaian tersebut turut memperkuat kontribusi BPOM dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan BPOM juga berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan dan aktivitas rekreatif, mulai dari pertandingan bulu tangkis hingga permainan domino dengan peserta mengenakan daster. Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan suasana santai dan penuh gelak tawa di tengah keluarga besar BPOM.

Di balik unsur hiburan, perlombaan menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan, sportivitas, kekompakan, dan gotong royong. Puncak peringatan terasa semakin istimewa karena hampir seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Warna-warni busana Nusantara menghadirkan gambaran keberagaman Indonesia dalam satu barisan. Dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua, keberagaman tersebut menyatu dalam semangat Merah Putih.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja, MD., BMed., MMed. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pimpinan serta pegawai BPOM.

Bagi Taruna, keberagaman pakaian adat yang dikenakan jajaran BPOM bukan sekadar bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan. Keragaman tersebut merepresentasikan Indonesia yang besar dan majemuk.

Keragaman itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan BPOM harus menjangkau seluruh masyarakat. Tanpa membedakan wilayah, suku, budaya, maupun latar belakang.

“Dari Sabang sampai Merauke, kita berbeda pakaian adat, berbeda bahasa dan budaya, tetapi kita memiliki satu Merah Putih dan satu tanggung jawab: menjaga Indonesia. Dengan integritas dan kerja nyata, kita rawat kemerdekaan dan kita bawa Indonesia semakin dihormati dunia,” kata Taruna.3

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....