Sembilan Ruas Jalan Nasional di Flores Kembali Fungsional Pascagempa NTT
- 17 Agt 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sembilan ruas jalan nasional di Flores kembali fungsional setelah terdampak gempa magnitudo 7,7
- Sebanyak 40 titik longsoran dan empat patahan badan jalan telah berhasil ditangani
- Kementerian PU mempercepat pemulihan akses masyarakat dengan mengerahkan personel serta peralatan ke lokasi terdampak
RRI.CO.ID, Nagekeo – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemulihan infrastruktur pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Hal itu dilakukan untuk memastikan akses masyarakat kembali terbuka dan penanganan kerusakan berjalan cepat.
Hingga 16 Agustus 2026, sebanyak sembilan ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional. Delapan ruas merupakan jalur Trans Flores mulai Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere dan kembali dapat dilalui.
Sementara ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga telah kembali fungsional setelah penanganan dilakukan petugas lapangan. Pemulihan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas masyarakat pascagempa di sejumlah wilayah Flores.
Dalam kunjungannya di Kabupaten Nagekeo, Senin, 17 Agustus 2026, Dody meninjau lokasi pengungsian masyarakat. Ia juga melihat sejumlah bangunan terdampak gempa serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dody meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data sementara mengenai titik-titik kerusakan akibat gempa. Menurutnya, data tersebut diperlukan agar tim Kementerian PU segera turun dan memeriksa langsung setiap lokasi terdampak.
“Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.
Menteri Dody juga menegaskan Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis maupun penanganan infrastruktur bagi wilayah terdampak. Sementara itu, pemerintah daerah menentukan lokasi prioritas penanganan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kita yang mulai kerjakan. Kewajiban kami dari pusat bahwa memang membantu dan pak bupati sebagai mewakili membantu menjaga dan mana yang akan kita kerjakan," ucapnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya berdampak terhadap sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan Pulau Flores. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka akses terdampak longsor.
Dalam penanganan sementara, sebanyak 40 titik longsoran telah ditangani dan kembali fungsional bagi masyarakat. Selain itu, empat titik patahan badan jalan juga telah ditangani oleh tim Kementerian PU.
Adapun kerusakan lima titik jembatan dan plat duiker masih memungkinkan difungsionalkan untuk menjaga mobilitas masyarakat. Untuk mempercepat penanganan, BPJN NTT telah memobilisasi tujuh excavator dan empat loader ke lokasi terdampak.
Peralatan tersebut digunakan membersihkan material longsor dan menangani kerusakan badan jalan di sejumlah wilayah. Kementerian PU memastikan penanganan terus dilakukan berdasarkan pemantauan lapangan dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....