Pascagempa NTT, Menbud Fadli Pantau Kondisi Cagar Budaya
- 17 Agt 2026 02:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli Zon memastikan belum ada laporan kerusakan cagar budaya dan rumah adat akibat gempa NTT.
- Pemerintah menyalurkan 50 ribu paket sembako dan mengirim pejabat terkait untuk mempercepat penanganan darurat di NTT.
- Kemenbud terus memantau aset budaya di wilayah terdampak dan menyiapkan perlindungan selama proses rehabilitasi bencana.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan belum menerima laporan kerusakan cagar budaya akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun demikian, pemerintah tetap memantau kondisi aset budaya dan bangunan bersejarah di sekitar wilayah terdampak bencana secara berkala.
Ia mengatakan, bahwa laporan mengenai kondisi cagar budaya masih terus diperbarui seiring proses penanganan gempa oleh pemerintah. Ia menyebut sebagian besar kerusakan sejauh ini terjadi pada rumah penduduk dan bangunan beton di sejumlah wilayah terdampak.
"Sejauh ini belum ada laporan kerusakan cagar budaya, aset budaya, maupun rumah adat akibat gempa di NTT tersebut," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di halaman depan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026. Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan kembali memeriksa laporan terbaru untuk memastikan kondisi seluruh aset budaya terdampak bencana.
Ia berharap kondisi cagar budaya dan rumah adat tetap aman meski sejumlah wilayah NTT mengalami dampak gempa cukup besar. Menurutnya, pemantauan menjadi penting agar kerusakan pada aset budaya dapat segera ditangani jika laporan baru ditemukan petugas.
Ia juga turut menyampaikan simpati kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa serta berharap mereka mendapat kekuatan menghadapi masa tanggap darurat. Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam mengirim bantuan dan pejabat terkait langsung menuju lokasi terdampak gempa tersebut.
"Kita terus melakukan monitoring melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada disana. Mudah-mudahan saudara kita di NTT diberi kekuatan, dan respons pemerintah atas arahan Presiden berlangsung cepat," katanya.
Ia menyebut pemerintah telah menyalurkan 50 ribu paket sembako untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT. Selain bantuan logistik, sejumlah menteri dan pejabat terkait juga langsung berangkat menuju wilayah terdampak untuk melihat kebutuhan masyarakat.
Ia berharap jumlah korban tidak bertambah dan masyarakat terhindar dari bencana susulan yang dapat memperburuk situasi daerah terdampak. Pemerintah kini berupaya menjaga proses tanggap darurat berjalan efektif sambil menyiapkan langkah pemulihan bagi masyarakat NTT secara bertahap.
"Mudah-mudahan jumlah korban tidak bertambah dan tidak ada musibah susulan, sehingga kita bisa masuk tahap rehabilitasi," ujarnya. Ia menilai tahap rehabilitasi perlu disiapkan sejak dini agar pemulihan kehidupan masyarakat dan lingkungan terdampak dapat berjalan lebih terarah.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan terus memantau kondisi aset budaya sambil menunggu laporan tambahan dari daerah terdampak gempa di NTT. Pemantauan tersebut diharapkan menjaga warisan budaya tetap terlindungi selama proses penanganan dan pemulihan bencana berlangsung secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....