'Open Base' Halim Perdanakusuma Kenalkan Peran Skuadron TNI AU kepada Masyarakat

  • 16 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Open Base TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, bertujuan mengenalkan alutsista dan peran setiap skuadron.
  • Skuadron Udara 17, contohnya, bertugas mengangkut Presiden dan pejabat negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kegiatan Open Base TNI AU tidak hanya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung berbagai alutsista dan pesawat. Kegiatan ini menjadi momen untuk mengenal peran masing-masing skuadron dalam menjalankan tugas TNI AU.

Letnan Dua Penerbang Hanif dari Skuadron Udara 17 mengatakan, masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Open Base. Terutama untuk menyaksikan atraksi udara dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

“Untuk kami, ini bukan cuma sekadar acara tahunan. Ini memperingati bahwa kita dulu pernah berjuang bersama-sama, gotong royong untuk meraih kemerdekaan,” ujar Hanif kepada RRI.CO.ID, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 16 Agustus 2026.

HUT ke-81 RI, menurutnya, menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Awalnya, Hanif mengatakan dirinya mendapat tawaran dari TNI Angkatan Udara untuk bergabung sebagai penerbang militer. Ia menjelaskan, perekrutan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan penerbang TNI AU.

Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Sekolah Penerbang TNI AU dengan sekolah penerbangan sipil. Ini termasuk Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.

Kemudian, Hanif menjelaskan, TNI AU memiliki sejumlah skadron dengan tugas dan misi yang berbeda. Skuadron Udara 17, misalnya, merupakan bagian dari grup angkut untuk membawa Presiden, menteri, maupun pejabat negara dalam perjalanan dinas.

“Skuadron 17 itu misinya membawa VIP. Ketika menteri atau Bapak Presiden melaksanakan dinas di luar negeri atau luar Pulau Jawa, kami bertugas untuk melaksanakan angkutan tersebut,” katanya.

Selain skuadron angkut, Hanif menjelaskan terdapat pula grup tempur yang bertugas menjaga wilayah udara Indonesia. Pesawat tempur dapat melakukan intercept terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia dan dicurigai membahayakan keutuhan negara.

Sementara itu, grup helikopter memiliki kemampuan menjangkau wilayah yang tidak dapat didatangi pesawat melalui bandara. Termasuk untuk mendukung distribusi bantuan maupun kebutuhan masyarakat di daerah yang belum memiliki landasan pacu.

Letnan Dua Penerbang, Hanif, dari Skuadron Udara 17 saat diwawancarai RRI.CO.ID (Foto: RRI/Hana Syarif)

Menurut Hanif, pengenalan berbagai peran tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan Open Base agar masyarakat tidak hanya melihat pesawat dan alutsista. Tetapi juga memahami tugas serta fungsi TNI AU.

Selain mengenal alutsista, masyarakat juga dapat menyaksikan kemampuan para penerbang melalui penampilan Tim Demo Udara TNI AU. Hal itu disampaikan Letnan Dua Penerbang, Aero Antares Toding La'bi dari Skuadron 2 Halim Perdanakusuma.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi TNI AU untuk memperkenalkan alutsista kepada masyarakat. “Tujuannya sebenarnya Open Base ini adalah mengenalkan alutsista-alutsista kita kepada masyarakat,” ujar Aero.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....