BNPB Ungkap Sejumlah Kejadian Karhutla dan Gempa Selama Dua Hari
- 16 Agt 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode Sabtu hingga Minggu, 15-16 Agustus 2026.
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tengah.
- BNPB mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya mengurangi risiko apabila bencana terjadi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode Sabtu hingga Minggu, 15-16 Agustus 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tengah.
Demikian disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam keterangan persnya, Minggu 16 Agustus 2026. I mengatakan dua laporan karhutla terbaru terjadi di wilayah Jawa Tengah.
Karhutla pertama terjadi di Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (15/8). Kebakaran dipicu pembakaran sampah yang tidak terkontrol.
"Luas lahan terdampak seluas 2 hektare. Api berhasil dipadamkan petugas gabungan pada hari itu juga," kata Berton.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten pada Sabtu (15/8). Kebakaran tercatat terjadi pada pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB di dua lokasi, yakni Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, serta Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom.
Total luas lahan yang terbakar mencapai 2,1 hektare. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh petugas berwenang.
"Api padam sekitar pukul 19.31 WIB pada Sabtu (15/8)," ujarnya. Selain dua kejadian tersebut, BNPB terus memantau dan memberikan dukungan penanganan karhutla, khususnya di enam provinsi prioritas.
Keenam provinsi tersebut yakni Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat. Kemudian, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi kering, BNPB juga memberikan perhatian terhadap bencana geologi. Termasuk gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Gempa berkekuatan lebih dari M5 juga tercatat mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Sabtu (15/8). Gempa M6,2 terjadi di Parigi Moutong dengan kedalaman 44 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong. Guncangan kuat dirasakan warga selama sekitar 10 detik di Parigi Moutong, sedangkan di Kota Palu getaran dirasakan selama 10 hingga 20 detik.
"Hingga kini belum ada laporan dampak pascagempa tersebut," kata Berton. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Khusus ancaman karhutla, upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan sedini mungkin agar penanganan dapat berlangsung secara cepat dan efektif. Sinergi pentaheliks, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan unsur terkait lainnya, menjadi kunci dalam penanganan karhutla di daerah.
Sementara untuk ancaman bencana geologi seperti gempa bumi, masyarakat diminta tetap waspada karena fenomena tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului peringatan. BNPB mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya mengurangi risiko apabila bencana terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....