Menko PM Pastikan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Usai Gempa NTT
- 16 Agt 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores.
- Data sementara BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia dengan korban tersebar di lima kabupaten dan sejumlah warga mengungsi.
- Gempa merusak infrastruktur penting termasuk rumah warga, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menyampaikan duka cita atas gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bermagnitudo 7,7 itu berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.
Muhaimin menjelaskan berdasarkan data sementara BNPB terdapat 47 orang dinyatakan meninggal dunia dan sejumlah warga mengungsi. Korban tersebar di lima kabupaten, sementara gempa merusak rumah warga, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas publik.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kemenko PM, saya menyampaikan duka cita mendalam atas gempa ini. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
Muhaimin menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Pemerintah akan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Yang paling utama saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat. Pemerintah akan terus bekerja untuk menangani dampak bencana ini,” ucap Muhaimin.
Ia juga mengajak seluruh pihak memberikan dukungan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Pemerintah, kata Muhaimin, terus memantau kondisi lapangan agar penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Penanganan harus dilakukan bersama-sama, cepat dan terkoordinasi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat segera bangkit,” ujar Muhaimin mengungkapkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberangkatkan 5.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak gempa NTT pada Sabtu (15/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....