Konsep Dokter Terbang, Mensesneg: untuk Daerah Sulit Menjangkau Faskes

  • 15 Agt 2026 23:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah sedang mempersiapkan program dokter terbang sebagai upaya mempercepat akses pelayanan kesehatan di wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
  • Konsep dokter terbang merupakan hasil pengamatan pemerintah terhadap sejumlah daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan.
  • Program ini dirancang sebagai solusi cepat untuk mengatasi ketidakmerataan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menjelaskan konsep dokter terbang, yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah. Dokter terbang untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan (faskes)

Hal ini diungkapkan Menseseneg, merupakan hasil pengamatan pemerintah terhadap sejumlah daerah yang faskesnya sulit diakses masyarakat. Hal ini juga sebagai salah satu solusi cepat dalam menyikapi faskes yang belum merata.

"Ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia. Memang negara kita sangat luas, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Mensesneg mengungkapkan, pelayanan akses kesehatan cepat dengan menggunakan moda transportasi udara itu, diterapkan di sejumlah negara dunia. Dengan pelayanan kesehatan masyarakat melalui transportasi udara itu, dapat diistilahkan sebagai unit reaksi cepat.

"Di beberapa negara, di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama, untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter. Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, layanan tersebut nantinya dapat digunakan untuk menangani kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat di daerah terpencil. Akan tetapi konsep tersebut bukan mewajibkan seluruh desa atau kelurahan memiliki moda transportasi udara.

"Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya. Kan tidak selalu seperti itu," katanya.

Diketahui, gagasan mengenai dokter terbang ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada pidato kenegaraan, Jumat, 14 Agustus 2026. Kepala Negara mengungkapkan dokter terbang tersebut akan dipadukan dengan penyediaan layanan fasilitas kesehatan moda transportasi udara.

Dalam hal itu Presiden Prabowo menegaskan, bahwa layanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat harus dapat disalurkan dengan tepat dan cepat. Sehingga dengan konsep tersebut, pelayanan kesehatan untuk masyarakat tidak terkendala karena akses yang sulit dan biaya yang mahal.

"Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang. Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit jauh, tidak boleh seorang ayah menjual seluruh harta bendanya, hanya karena harus berobat ke kota besar," kata Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan, di Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....