Kemenpar Identifikasi Kerusakan Fasilitas Pariwisata Pascagempa NTT
- 15 Agt 2026 19:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendataan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan situasi dan laporan dari lapangan
- Fasilitas pendukung destinasi wisata turut terdampak akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores
- Kemenpar mengimbau wisatawan dan masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengidentifikasi kerusakan fasilitas pariwisata pascagempa NTT. Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan serta keberlanjutan aktivitas pariwisata di Flores.
"Berdasarkan pemantauan sementara hingga Sabtu siang, sejumlah fasilitas pariwisata mengalami kerusakan. Pendataan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan situasi dan laporan dari lapangan," tulis siaran pers Biro Komunikasi Kemenpar dalam laman kemenpar.go.id, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kemenpar mencatat Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan. Seluruh tamu dan karyawan hotel dipastikan aman setelah direlokasi menuju akomodasi terdekat.
Hotel Papita Mbay di Nagekeo juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa. Kemenpar bersama BPOLBF terus melakukan koordinasi terkait penanganan fasilitas tersebut.
Sejumlah hotel lainnya di kawasan Labuan Bajo secara umum masih dalam kondisi aman. Beberapa akomodasi hanya mengalami retakan ringan dan jaringan listrik serta internet berangsur kembali normal.
Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Aktivitas kedua restoran berlangsung kondusif dengan seluruh staf dan pengunjung dalam kondisi aman.
Fasilitas pendukung destinasi wisata turut terdampak akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores. Tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk dan masih dalam pemantauan.
"Gempa juga berdampak terhadap sejumlah aksesibilitas menuju destinasi wisata di beberapa wilayah Flores. Tanah longsor dan tiang listrik roboh dilaporkan terjadi pada beberapa jalur utama antarkabupaten," tulis Kemenpar.
Kemenpar bersama BPOLBF dipastikan terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, BPBD, KSOP, serta pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan untuk memperbarui data kerusakan sekaligus memastikan keselamatan wisatawan.
Sisi lain, Kemenpar mengimbau wisatawan dan masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan di wilayah terdampak. (Biro Komunikasi/Kemenpar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....