Pascagempa NTT, 986 Wisatawan Pulau Padar Dipulangkan
- 15 Agt 2026 18:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemulangan wisatawan dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan pelayaran
- Kementerian Pariwisata memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa
- Pemerintah terus memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi wisata dan fasilitas pariwisata terdampak gempa
RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dipulangkan. Mereka telah tiba di Labuan Bajo dengan selamat setelah aktivitas pelayaran kembali dibuka pascagempa.
"Pemulangan wisatawan dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan pelayaran. Sebelumnya, pelayaran sempat ditutup sebagai langkah antisipasi keselamatan pascagempa Magnitudo 7,7," tulis siaran pers dalam laman kemenpar.go.id, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Kemenpar memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa. Pemerintah bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores terus memantau kondisi wisatawan.
Koordinasi juga dilakukan bersama BMKG, Basarnas, BPBD, KSOP, dan pemerintah daerah setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pariwisata berlangsung dengan memperhatikan prosedur keselamatan.
Selain Pulau Padar, kondisi wisatawan di sejumlah kawasan pariwisata Flores terus dipantau pemerintah. Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo sebelumnya telah dievakuasi menuju titik aman.
Operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan dengan pembatasan setelah pemeriksaan kelaikan teknis dilakukan. Aktivitas pelayaran laut juga kembali dibuka secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan.
Kemenpar mengimbau wisatawan dan masyarakat tetap tenang menghadapi situasi pascagempa. Wisatawan diminta mengikuti informasi resmi BMKG, BPOLBF, serta instansi berwenang selama berada di kawasan Flores.
"Pemerintah terus memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi wisata dan fasilitas pariwisata terdampak gempa. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan wisatawan serta keberlangsungan aktivitas pariwisata," tulis rilis kemenpar. (Biro Komunikasi/Kemenpar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....