Pemulihan Flores Pascagempa Diperkuat dengan Data BMKG
- 15 Agt 2026 17:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG bersama pemerintah pusat dan daerah memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pemulihan pascagempa Flores.
- Tim BMKG melakukan mikrozonasi sebagai rujukan rekonstruksi dan penguatan bangunan tahan gempa.
- Sebanyak 235 gempa susulan tercatat, dengan peluruhan diperkirakan membutuhkan dua hingga tiga minggu.
RRI.CO.ID, Jakarta –BMKG bersama pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi untuk mendukung proses pemulihan pascagempa Flores. Dukungan tersebut mencakup pemantauan aktivitas gempa, pemetaan wilayah terdampak, serta penyediaan data untuk kebutuhan rekonstruksi.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan tim ahli telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak. Tim melakukan pemetaan mikrozonasi untuk mendukung pembangunan kembali yang lebih aman.
'BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis di NTT menyisir Ngada, Nagekeo, dan wilayah rawan lainnya. Survei dilakukan untuk mengetahui jenis tanah serta responsnya terhadap guncangan gempa," katanya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Hasil analisis lapangan akan diserahkan kepada pemangku kepentingan sebagai rujukan teknis rekonstruksi. Data tersebut juga dapat digunakan dalam penguatan struktur bangunan agar lebih tahan gempa.
"BMKG terus berkoordinasi bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah dalam penanganan darurat. Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah provinsi, kabupaten, BPBD, hingga pusat pengendalian operasi," ujarnya.
Di tengah pemulihan, aktivitas gempa susulan di utara Flores masih terus berlangsung. BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2.
“BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara dua hingga tiga minggu. Polanya mengacu rekaman gempa merusak di Maluku Utara sebelumnya,” ujarnya.
BMKG menyebut tren gempa susulan belum menunjukkan peluruhan signifikan hingga Sabtu siang. Pemantauan pergerakan sesar terus dilakukan secara langsung untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik.
Gempa utama sebelumnya dimutakhirkan menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust.
Guncangan tertinggi mencapai skala VII MMI di Aesesa, Riung, Kota Ambai, Manggarai, dan Ruteng. Sementara, skala VI MMI tercatat di Wolowae dan Kota Bajawa.
"Gempa juga memicu tsunami yang terpantau di sejumlah wilayah pesisir. Gelombang tertinggi mencapai 1,61 meter di Reo Manggarai dan Manggarai Timur," katanya.
Tsunami setinggi 0,94 meter tercatat di Maurole Ende, sedangkan Bulukumba dan Sape Bima melampaui 0,5 meter. BMKG mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pukul 07.30 WIB setelah kondisi muka laut dinyatakan aman.
BMKG meminta masyarakat tetap menjauhi bangunan retak maupun rusak akibat guncangan. Warga juga diminta mengandalkan informasi resmi melalui aplikasi infoBMKG dan kanal media sosial BMKG.
Kolaborasi lintas lembaga akan terus diperkuat selama proses pemulihan dan rekonstruksi berlangsung. Data kegempaan dan pemetaan lapangan diharapkan membantu pemulihan Flores berlangsung lebih cepat sekaligus aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....