BMKG Catat 235 Gempa Susulan Flores, Peluruhan Diperkirakan 2-3 Minggu

  • 15 Agt 2026 17:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat 235 gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 2,5 hingga 6,2.
  • Peluruhan aktivitas gempa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
  • Tsunami tertinggi tercatat mencapai 1,61 meter di Reo Manggarai dan Manggarai Timur.

RRI.CO.ID, Jakarta – BMKG mencatat 235 gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Flores. Aktivitas tersebut masih menunjukkan tren tinggi dan belum mengalami peluruhan (aktivitas gempa berangsur menurun/red) signifikan hingga Sabtu siang.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan gempa susulan berkekuatan antara magnitudo 2,5 hingga 6,2. Seluruh aktivitas tersebut terdistribusi di wilayah sebelah utara Pulau Flores.

“BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara dua hingga tiga minggu. Pola tersebut berdasarkan rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurutnya, BMKG terus memantau pergerakan sesar secara langsung untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan. Proses stabilisasi sesar membutuhkan waktu sebelum aktivitas seismik kembali menuju kondisi normal.

Gempa utama sebelumnya dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami dikeluarkan hanya dua menit 16 detik setelah gempa utama terjadi.

Peringatan kemudian dimutakhirkan kembali setelah parameter gempa menjadi lebih stabil dan presisi. Pemutakhiran dilakukan sekitar 10 menit setelah gempa utama berlangsung.

Tsunami Capai 1,61 Meter

Gempa tersebut sempat memicu tsunami di sejumlah kawasan pesisir sekitar Nusa Tenggara. BMKG membagi ancaman menjadi kategori Siaga dan Waspada berdasarkan perkiraan ketinggian gelombang.

Kategori Siaga digunakan untuk potensi tsunami setinggi 0,5 hingga tiga meter. Sementara, kategori Waspada diterapkan untuk potensi gelombang di bawah 0,5 meter.

Jaringan tide gauge mencatat tsunami tertinggi mencapai 1,61 meter di Reo Manggarai dan Manggarai Timur. Gelombang di Maurole Ende tercatat setinggi 0,94 meter.

Gelombang melebihi 0,5 meter juga tercatat di Bulukumba dan Sape Bima. BMKG kemudian mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Faisal mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Struktur tersebut dikenal sebagai Flores Back Arc Thrust dan memiliki sejarah gempa merusak.

Pada 1992, kawasan tersebut pernah mengalami gempa magnitudo 7,8 dengan kedalaman sekitar 28 kilometer. Gempa terbaru lebih dangkal sehingga dampaknya terhadap bangunan relatif lebih berat.

Guncangan Capai VII MMI

BMKG mencatat intensitas guncangan tertinggi mencapai skala VII MMI di sejumlah wilayah Flores. Daerah tersebut meliputi Aesesa, Riung, Kota Ambai, Manggarai, dan Ruteng.

Skala VI MMI tercatat di Wolowae dan Kota Bajawa. Sementara, sejumlah wilayah sekitarnya merasakan guncangan hingga skala V MMI.

BMKG juga menerjunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan mikrozonasi dan analisis pascagempa. Tim pusat bersama 14 UPT BMKG NTT menyisir Ngada, Nagekeo, dan wilayah rawan lainnya.

Survei tersebut digunakan untuk mengetahui karakter tanah serta respons wilayah terhadap guncangan gempa. Hasilnya akan menjadi rujukan rekonstruksi dan penguatan bangunan tahan gempa.

BMKG juga terus berkoordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Kolaborasi dilakukan untuk mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

Masyarakat diminta tetap menjauhi bangunan retak atau rusak karena gempa. Informasi kebencanaan juga diimbau hanya mengacu pada kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....