Fakta-Fakta Dampak Gempa 7,7 di NTT
- 15 Agt 2026 17:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekitar 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT
- BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 lainnya mengalami luka ringan
- Pemerintah menyiapkan posko, kebutuhan dasar, armada evakuasi, serta 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2016. Kepala Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) Suharyanto mencatat sekitar 2.000 jiwa memilih mengungsi secara mandiri pascagempa tersebut.
“Sampai dengan pukul 15.00 sore ini, kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” katanya saat konferensi pers melalui daring, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menyebut data masyarakat terdampak masih terus diperbarui seiring proses pendataan yang dilakukan petugas lapangan.
Selain jumlah pengungsi, BNPB juga mencatat sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa. Adapun rinciannya, sebanyak dua orang mengalami luka berat, sementara 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
BNPB juga terus memantau kondisi masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT tersebut. Suharyanto mengatakan pemerintah bersama tim gabungan memprioritaskan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Suharyanto mengatakan masih terdapat masyarakat yang diduga membutuhkan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak. Beberapa warga juga dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan setelah guncangan gempa terjadi.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyepakati pengaktifan Posko Penanggulangan Bencana. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan masyarakat terdampak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Pemerintah juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa tersebut. Kebutuhan tersebut meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda, tempat berlindung, serta genset.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara menyiapkan 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut akan dikirimkan dalam satu hingga dua hari untuk memenuhi kebutuhan logistik awal.
BNPB juga menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat Karavan untuk mendukung proses evakuasi. Penyiapan armada tersebut dilakukan untuk memperkuat mobilitas penanganan dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....