Karya Anak Berkebutuhan Khusus Didorong Bernilai Ekonomi

  • 15 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Shinta mendorong hasil karya anak berkebutuhan khusus mendapat akses pasar
  • Pengalaman berjualan dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian
  • Anak berkebutuhan khusus perlu mendapat kesempatan memasarkan karya secara profesional
  • Kolaborasi dapat dikembangkan melalui keterampilan memasak, pelayanan, tata rias, dan kecantikan
  • LSBA didorong memperluas pendidikan vokasional sekaligus akses pasar bagi peserta

RRI.CO.ID, Bekasi - Pendamping Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Shinta Maruarar Sirait, mendorong hasil karya anak berkebutuhan khusus mendapat akses pasar. Menurutnya, pengalaman menjual karya secara profesional dapat membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak.

Hal itu disampaikan Shinta saat menghadiri pembukaan London School Beyond Academy (LSBA) di LSPR Transpark Bekasi, Sabtu 15 Agustus 2026. Ia mengatakan dirinya mengenal anak-anak LSBA melalui Pendamping Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf.

Shinta mengatakan anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan menghasilkan berbagai produk. Ia pernah melihat langsung mereka membuat jaket, donat, dan produk lainnya.

Menurut Shinta, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk memasarkan hasil karyanya. Mereka juga perlu merasakan bahwa produk yang dibuat dapat dihargai dan dibeli secara profesional.

“Saya suruh mereka berjualan. Mereka merasakan bahwa itu hasil karya mereka dan dibeli secara profesional,” ujar Shinta.

Shinta mengatakan pengalaman tersebut memberikan pembelajaran berbeda bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ia menilai kesempatan seperti itu dapat membantu anak-anak membangun kepercayaan diri. Pengalaman berjualan juga menjadi bagian dari proses menuju kemandirian.

Shinta mengatakan dirinya pernah mengajak anak-anak LSBA mengikuti kegiatan fashion show. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat kesempatan memperkenalkan dan menjual hasil karya mereka.

Menurut Shinta, pemberdayaan anak berkebutuhan khusus membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena itu, peluang kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus dibuka.

Shinta juga membuka kemungkinan kerja sama dalam pengembangan keterampilan lainnya. Di antaranya memasak, pelayanan, tata rias, dan keterampilan di bidang kecantikan.

Ia mengatakan keterampilan tersebut dapat menjadi pilihan bagi anak yang memiliki minat dan kemampuan berbeda. Menurutnya, kesempatan belajar dan bekerja perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Sementara itu, Pendamping Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menyambut baik kehadiran LSBA Bekasi. Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus perlu dilanjutkan dengan pemberdayaan setelah pendidikan formal.

Fatma mengatakan anak berkebutuhan khusus perlu dipersiapkan agar lebih mandiri dan dapat diterima masyarakat. Ia berharap pendidikan seperti LSBA terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Pembukaan LSBA Bekasi menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pendidikan dan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus. Akses terhadap keterampilan dan pasar diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berkarya secara mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....