Simak Enam Makna pada Lambang Tunas Kelapa Pramuka

  • 15 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lambang Tunas Kelapa adalah identitas resmi Gerakan Pramuka yang memiliki makna filosofis untuk setiap bagiannya.
  • Lambang Tunas Kelapa diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka aktif yang lahir di Blora.
  • Soenardjo Atmodipuro bekerja sebagai pegawai Departemen Pertanian dan hidup dari tahun 1903 hingga 1979.

RRI.CO.ID, Jakarta - Lambang Tunas Kelapa menjadi identitas Gerakan Pramuka yang memiliki sejumlah makna filosofis. Setiap bagian lambang tersebut menggambarkan nilai yang berkaitan dengan kehidupan seorang Pramuka.

Melansir dari Jejak Pramuka, lambang tunas kelapa diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional sekaligus Pembina Pramuka aktif. Ia lahir di Blora pada 29 Februari 1903 dan bekerja sebagai pegawai Departemen Pertanian hingga wafat pada 1979.

Lambang Gerakan Pramuka pertama kali digunakan pada 14 Agustus 1961, bersamaan dengan penganugerahan Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden. Sejak saat itu, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka yang diperingati setiap tahun.

Poin pertama lambang ini menjelaskan bahwa buah kelapa yang sedang tumbuh disebut ‘cikal’, sesuai istilah cikal bakal. Istilah tersebut bermakna generasi awal yang menurunkan generasi berikutnya, sehingga setiap Pramuka dianggap sebagai tunas penerus bangsa.

Poin kedua menggambarkan bahwa buah kelapa mampu bertahan lama dalam kondisi dan cuaca apa pun juga. Sifat itu melambangkan Pramuka yang sehat jasmani dan rohani, kuat, serta ulet menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Poin ketiga menegaskan bahwa Pohon kelapa dapat tumbuh di berbagai tempat dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal tersebut melambangkan Pramuka yang mampu beradaptasi di tengah masyarakat.

Poin keempat menggambarkan batang kelapa yang tumbuh menjulang ke atas dan menjadi salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Sifat ini melambangkan cita-cita tinggi dan lurus, kejujuran, serta pendirian teguh yang dimiliki setiap Pramuka.

Poin kelima menyoroti akar kelapa yang tumbuh kuat dan mencengkeram erat di dalam tanah tempatnya berpijak. Hal ini mencerminkan tekad dan keyakinan Pramuka yang berpegang teguh pada dasar-dasar kebenaran demi mencapai cita-citanya.

Poin keenam atau terakhir menyebutkan bahwa Pohon kelapa memiliki banyak manfaat, mulai dari daun hingga akarnya. Filosofi tersebut mengajarkan Pramuka agar berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.

Selain memiliki filosofi, Gerakan Pramuka Indonesia juga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan kepanduan dunia. Melansir dari Universitas Islam Indonesia, gerakan kepramukaan dunia dirintis oleh Lord Baden Powell di Inggris.

Pada tahun 1907, ia mengajak 21 pemuda berkemah selama delapan hari di Pulau Brownsea. Tujuannya adalah sebagai eksperimen pembinaan.

Semangat kepanduan tersebut kemudian menyebar ke Indonesia dan berkembang pesat sejak dekade 1950 hingga 1960-an. Presiden Soekarno akhirnya membubarkan seluruh organisasi kepanduan lama dan meleburnya menjadi Gerakan Pramuka pada tahun 1961. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....