Wamendikdasmen Sebut Kebijakan Pendidikan Prabowo Dirasakan ke Ujung Negeri

  • 15 Agt 2026 12:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebijakan pendidikan Presiden Prabowo mulai dirasakan anak-anak hingga wilayah terdepan Indonesia
  • Revitalisasi satuan pendidikan meningkat dari 16.167 sekolah pada 2025 menjadi 71.774 sekolah pada 2026
  • Digitalisasi pembelajaran diperkuat melalui Papan Interaktif Digital, dari satu perangkat menjadi tiga perangkat setiap sekolah

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menilai kebijakan pendidikan Presiden Prabowo mulai dirasakan anak-anak hingga wilayah terdepan. Menurutnya, pidato kenegaraan Presiden menunjukkan pembangunan manusia dilakukan melalui pemenuhan gizi, kesehatan, dan pemerataan pendidikan bermutu.

“Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pandangan yang utuh tentang pembangunan manusia. Anak-anak harus memperoleh gizi yang cukup, tumbuh sehat, belajar di sekolah yang layak, dan mendapatkan pendidikan bermutu. Dari fondasi itulah negara membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita,” ujar Fajar di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Fajar mencontohkan Kristina Beno, siswi kelas VI sekolah dasar dari Merauke, yang telah merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyemangati Kristina agar terus belajar dan kelak menjadi pemimpin bangsa.

Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: Tim Media Kepresidenan)

“Kristina mewakili jutaan anak Indonesia yang menyimpan mimpi besar, tempat seorang anak dilahirkan tidak boleh menjadi batas masa depannya. Pemerintah di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo kini terus hadir sejak kebutuhan dasarnya dipenuhi hingga ia mampu menggapai cita-cita tertinggi,” ucap Fajar.

Fajar juga menyoroti peningkatan bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari 16.167 sekolah pada 2025 menjadi 71.774 sekolah pada 2026. Cakupan tersebut termasuk sekolah di Miangas yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.

Pemerintah juga turut mempercepat digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital atau PID di sekolah. Dukungan perangkat meningkat dari satu perangkat setiap sekolah pada 2025 menjadi tiga perangkat setiap sekolah pada 2026.

Revitalisasi dan digitalisasi tersebut merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Menurut Fajar, revitalisasi memperbaiki ruang belajar, sementara PID membantu guru menyampaikan materi secara visual dan interaktif.

“Revitalisasi dan PID bukan sekadar pembangunan gedung dan pembagian perangkat. Keduanya mulai mengubah pengalaman belajar anak. Ruang kelas menjadi lebih layak, pembelajaran lebih hidup, dan guru saat ini memiliki lebih banyak cara untuk menjelaskan materi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....