Menteri PPPA Dorong Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Anak
- 14 Agt 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak tidak berhenti pada pemeriksaan saja, melainkan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan dan penanganan yang tepat.
- Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan hasil pemeriksaan kesehatan anak ditindaklanjuti dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
- Edukasi kesehatan yang tepat merupakan langkah penting untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan dan perkembangan anak Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong agar pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak tidak berhenti pada pemeriksaan. Menurutnya, hasil pemeriksaan perlu ditindaklanjuti melalui edukasi kesehatan dan langkah penanganan yang tepat agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak.
“Kami mendorong kolaborasi agar pemeriksaan kesehatan anak memberikan manfaat berkelanjutan dan tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Langkah ini penting untuk memastikan hasil pemeriksaan ditindaklanjuti melalui edukasi kesehatan yang tepat bagi anak,” kata Arifah dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia mengatakan, Kementerian PPPA akan mengoptimalkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah untuk memperkuat literasi kesehatan keluarga. Edukasi tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan secara berkala, penerapan gizi seimbang, serta pengasuhan positif yang berbasis pada hak anak.
Arifah juga mendorong keterlibatan Forum Anak dari tingkat nasional hingga desa dan kelurahan untuk memberikan edukasi kepada teman sebaya. Forum Anak, kata dia, dapat menjalankan peran sebagai pelapor dan pelopor (2P), sekaligus menjadi pendidik sebaya mengenai pentingnya CKG.
“Program CKG diharapkan mendengarkan dan mengakomodasi suara anak sebagai penerima manfaat dalam pelaksanaan layanan kesehatan. Pandangan anak dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan CKG ke depan,” katanya.
Arifah menilai pandangan anak dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelaksanaan CKG, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak. Selain itu, Kemen PPPA mendorong keterhubungan data kesehatan dengan sistem perlindungan anak untuk mendukung penanganan secara lebih holistik.
“Pandangan anak dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelaksanaan CKG sesuai kebutuhan kesehatan mereka. Kami juga mendorong keterhubungan data kesehatan dengan sistem perlindungan anak untuk penanganan yang lebih holistik,” ujar Arifah.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan CKG penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan anak sejak dini. Menurutnya, pemeriksaan harus disertai edukasi agar anak memahami kondisi kesehatannya serta mengetahui langkah yang perlu dilakukan setelah menerima hasil pemeriksaan.
“Jadi mungkin perlu edukasi lagi. Mereka perlu tahu apa manfaatnya dan mengapa harus diminum,” kata Menkes Budi.
Menkes Budi menekankan temuan anemia pada anak perlu ditindaklanjuti melalui edukasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah. Edukasi tersebut diperlukan agar anak memahami manfaat tablet tambah darah dan mampu menjaga kondisi kesehatannya sejak dini.
“Hasil pemeriksaan CKG perlu diikuti dengan pemahaman dan edukasi kepada anak. Termasuk mengenai anemia dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah,” ucap Menkes Budi menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....