RRI Ajak Kreator Konten Perkuat Nilai Keindonesiaan di Ruang Digital
- 14 Agt 2026 14:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RRI meluncurkan program Transformasi Kreator Indonesia untuk mendorong kreator konten memproduksi konten bermuatan nilai keindonesiaan di media sosial.
- Mistam, Direktur Program dan Produksi RRI, mengajak anak bangsa membuat konten yang tidak sekadar menghibur tetapi juga membawa nilai-nilai Pancasila dan identitas bangsa.
- RRI membentuk komunitas kreator konten Indonesia sebagai wadah berkarya untuk menyebarkan konten positif secara lebih luas dan masif di berbagai kanal media sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta - Industri kreator konten di Indonesia terus berkembang pesat seiring derasnya arus informasi di berbagai kanal media sosial. Di tengah perkembangan tersebut, tidak semua konten yang beredar memuat informasi benar maupun pesan positif bagi masyarakat.
Direktor Program dan Produksi Radio Republik Indonesia, Mistam, mengajak para kreator konten untuk memproduksi konten berisi nilai keindonesiaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penyebaran konten positif di media sosial.
"Soft launching Transformasi Kreator Indonesia ini diadakan untuk mengajak anak bangsa. Supaya konten-konten yang dibuat di seluruh Indonesia mengandung value tentang keindonesiaan," kata Mistam dalam acara peluncuran Transformasi Kreator Indonesia di Gedung RRI, Jakarta, 14 Agustus 2026.
Ia menyoroti perkembangan konten di kanal media sosial yang perlu diarahkan agar bermuatan positif dan mencerminkan identitas bangsa. Mistam mengajak anak bangsa membuat konten yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga membawa nilai-nilai Pancasila.
Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI turut membentuk komunitas kreator konten Indonesia sebagai wadah berkarya. Mistam berharap wadah ini dapat berkontribusi menyebarkan konten bermuatan keindonesiaan secara lebih luas dan masif.
"RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang kontennya berisi kebaikan, membuat sebuah komunitas kreator konten Indonesia. Diharapkan komunitas ini dapat memberikan kontribusi konten yang besar tentang keindonesiaan, " ujarnya.
Mistam meyakini keberadaan komunitas ini akan mengubah peta konten di ruang digital dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Ia berharap, nantinya keberadaan konten negatif harus dikalahkan oleh konten positif.
Mistam berharap semakin banyaknya konten positif dapat membuat fenomena bullying di ruang digital berkurang. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan kekayaan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar negara.
"Nantinya, konten positif akan memakan konten negatif, sehingga bullying dan sebagainya itu tidak ada di negeri ini. Karena negeri ini kan kaya akan value tentang keindonesiaan, sesuai dasar negara Pancasila," ucapnya.
Sementara itu, Co-Chairman dan Founder Asosiasi Konten Kreator Seindonesia, Arif Ilham, menekankan bahwa konten harus memenuhi unsur keamanan. Hal ini agar tidak berdampak buruk bagi anak-anak dan remaja, sekaligus mendukung penyebaran budaya kesadaran keamanan siber.
"Cyber security culture bisa diterapkan bagi masyarakat, jadi tidak hanya hal-hal yang low culture, tapi high culture. Sehingga suatu konten dapat menjadi kontributif terhadap perbaikan di negara kita, di masyarakat," ujarnya dalam kesempatan yang sama. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....