Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Pemerintah Diminta Perkuat Koordinasi
- 14 Agt 2026 11:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kamrussamad menilai target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029 membutuhkan dorongan dari empat sumber utama
- Empat sumber tersebut mencakup APBN, investasi luar negeri, investasi dalam negeri, serta konsolidasi Danantara
- Kamrussamad mendorong perbaikan koordinasi lintas sektor dan komunikasi pemerintah untuk mendukung kebijakan pro-growth, pro-jobs, dan pro-business
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyebut target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029 bukan perkara mudah untuk dicapai. Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan dorongan dari empat sumber utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kamrussamad menjelaskan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 mencapai 5,29 persen, sementara semester pertama mencapai 5,4 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan dampak arah kebijakan program prioritas nasional mulai terasa terhadap pertumbuhan ekonomi.
“5,29% itu adalah pertumbuhan di kuartal kedua tahun 2026. Akumulasi untuk semester pertama itu sudah di 5,4%. Artinya bahwa di kuartal kedua ini ternyata mulai terasa arah kebijakan program prioritas nasional kita, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya sebelum mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebut empat sumber pertumbuhan tersebut meliputi dorongan APBN, investasi luar negeri, dan investasi dalam negeri. Sumber lainnya adalah konsolidasi yang telah dilakukan Danantara sebagai ‘State-Owned Enterprise’.
Kamrussamad mengatakan DPR masih menunggu perhitungan pemerintah, khususnya Danantara, mengenai kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia meminta Danantara Investment Management (DIM) segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai ‘State-Owned Enterprise’.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor antara kementerian koordinator dan kementerian teknis perlu terus diperbaiki. Ia menekankan implementasi program harus tepat sasaran, tepat waktu, serta tepat manfaat bagi masyarakat.
“Harus diperbaiki koordinasi lintas sektor, khususnya kementerian antara Kementerian Koordinator dan kementerian teknis, ini implementasinya masih harus terus diperbaiki. Implementasi supaya capaian pelaksanaan program itu bisa benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat buat masyarakat,” ucapnya.
Ia juga meminta komunikasi pemerintah terus ditingkatkan untuk mengurangi ketidakpastian di pasar dan masyarakat. Kamrussamad berharap kebijakan pemerintah berjalan ‘pro-growth’, ‘pro-jobs’, dan ‘pro-business’ secara seimbang serta selaras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....