Pemprov Jakarta Dorong Teman Sebaya Jadi Jembatan Komunikasi Remaja
- 14 Agt 2026 08:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah DKI Jakarta mendorong penguatan peran teman sebaya sebagai jembatan komunikasi bagi remaja yang menghadapi persoalan.
- Remaja dinilai lebih nyaman menyampaikan kegelisahan dan persoalan kepada teman seusianya secara terbuka dibandingkan dengan orang dewasa.
- Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia menekankan bahwa banyak ruang yang dapat diciptakan untuk memperkuat peran teman sebaya dalam mendukung kesehatan emosional remaja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan peran teman sebaya sebagai jembatan komunikasi bagi remaja yang menghadapi persoalan. Teman sebaya dinilai penting karena remaja lebih nyaman menyampaikan kegelisahan dan persoalan kepada teman seusianya secara terbuka.
“Remaja ini penting punya teman sebaya untuk menjembatani komunikasi atau kegelisahan mereka. Sebenarnya banyak ruang yang bisa kita ciptakan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebut salah satu ruang tersebut tersedia melalui program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah. Program ini melibatkan siswa yang telah mendapatkan pelatihan untuk menjadi teman sebaya bagi siswa lainnya.
“Teman sebaya yang telah mendapat pelatihan dapat lebih dulu bertanya ketika melihat murid menghadapi masalah, kegelisahan, atau kecemasan. Pendekatan ini membantu remaja mengungkapkan persoalan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang semakin serius,” ucap Dwi.
Dwi menilai pendampingan sejak dini membantu remaja mengungkapkan kegelisahan dan persoalan yang mereka hadapi secara terbuka. Langkah tersebut dinilai penting agar masalah remaja tidak berlarut hingga berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
“Pendampingan sejak awal membantu remaja mengungkapkan kegelisahan yang dirasakan, sehingga persoalan tidak berkembang menjadi masalah lebih serius. Dengan begitu, remaja dapat memperoleh dukungan lebih cepat sebelum menghadapi persoalan yang semakin berat,” ucap Dwi.
Selain teman sebaya, Dwi mengatakan sekolah juga memiliki guru bimbingan dan konseling (BK) serta ekosistem pendukung lain yang dapat membantu remaja menghadapi persoalan. Ia menambahkan, layanan konsultasi digital juga semakin tersedia dan dapat diakses remaja, termasuk mereka yang belum memiliki penghasilan.
“Di Jakarta ada layanan Puspa melalui puspa.jakarta.go.id. Di sini ada 13 jenis konsultasi yang bisa dipilih sesuai waktu dan jenis konsultasi,” kata Dwi menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....