Soroti Perubahan Cara Gen Z Mengonsumsi Berita, Qodari: Pemerintah Perlu Adaptasi

  • 14 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BAKOM Muhammad Qodari mengatakan pemerintah harus menyesuaikan komunikasi dengan cara Gen Z mengakses berita melalui platform media sosial.
  • Gen Z tidak lagi mengandalkan televisi atau koran tradisional sebagai sumber utama informasi, melainkan lebih banyak menggunakan aplikasi di telepon seluler.
  • Perubahan perilaku konsumsi media generasi muda memerlukan strategi komunikasi pemerintah yang inovatif dan disesuaikan dengan preferensi digital mereka.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM), Muhammad Qodari, menilai pemerintah perlu menyesuaikan komunikasi dengan kebiasaan Gen Z mengakses berita. Menurutnya, generasi muda kini lebih banyak mendapatkan informasi melalui berbagai platform media sosial.

Qodari mengatakan Gen Z kini tidak hanya mengandalkan televisi atau koran untuk mendapatkan informasi. Mereka juga memanfaatkan berbagai aplikasi di telepon seluler untuk mengakses berita.

"Kalau kita bicara aplikasi TikTok, bicara Instagram, yang menyampaikan berita bukan hanya dari news anchor tapi konten kreator," kata Qodari saat berbincang dalam podcast PRO3SINIAR.

Perubahan tersebut membuat pemerintah perlu memperluas saluran komunikasi untuk menjangkau generasi muda. Qodari menilai komunikasi pemerintah tidak cukup jika hanya mengandalkan media konvensional dan pers.

Ia menyampaikan, perubahan pola masyarakat memperoleh informasi menjadi pertimbangan BAKOM dalam menyusun strategi komunikasi.

Karena itu, media sosial perlu menjadi bagian dari jalur komunikasi pemerintah.

"Jalur komunikasi itu tidak hanya media konvensional. Tapi juga harus menggarap dan dimasukkan ke dalam media sosial," ucap Qodari.

Qodari menilai kehadiran pemerintah di media sosial juga penting untuk menghadapi penyebaran disinformasi. Informasi resmi perlu disampaikan secara rutin agar masyarakat memiliki sumber informasi yang dapat dipercaya.

“Kalau kita cuma berkomunikasi di media pers, sementara di media sosial muncul disinformasi, ya tentu tidak terjawab. Yang satu lewat jalan A, yang satu jalan B, nggak ketemu, itu sebabnya informasi disampaikan juga di sosmed,” ucap Qodari dalam YouTube PRO3SINIAR, Jumat, 14 Agustus 2026.

Qodari mengatakan media massa juga mulai beradaptasi dengan menyebarkan berita melalui berbagai platform media sosial. Namun, sejumlah akun dengan jumlah pengikut besar tidak terhubung dengan perusahaan media.

Karena itu, pemerintah perlu memahami karakter setiap platform dan menyesuaikan cara penyampaian pesannya. Dengan begitu, informasi mengenai kebijakan pemerintah diharapkan lebih mudah diterima generasi muda.

Selengkapnya dapat Anda saksikan dalam YouTube PRO3SINIAR, berikut ini :

https://youtu.be/iw5fS989ohM?si=6YCN-y3qhN8EaSIH

(Shfira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....