Menhub Instruksikan Pencarian dan Evakuasi Korban KMP Putri Yasmin Dituntaskan
- 13 Agt 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menginstruksikan agar pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang KMP Putri Yasmin yang mengalami kebakaran dituntaskan.
- Sebanyak 173 penumpang telah ditemukan, terdiri dari 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia
RRI.CO.ID, Lombok – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menginstruksikan pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang KMP Putri Yasmin dilakukan hingga tuntas. Kapal penumpang tersebut mengalami kebakaran di perairan Bali, Rabu 12 Agustus 2026.
Dudy menyampaikan arahan tersebut saat meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut dia, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah kebakaran tersebut.
“Prioritas kami saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal,” ujarnya, Rabu 12 Agustus 2026. “Kami ingin memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan.”
Sejak menerima informasi kejadian sekitar pukul 04.20 WITA, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pencarian dan pertolongan. Proses tersebut mencakup evakuasi serta pendataan penumpang untuk memastikan kondisi seluruh orang yang berada dalam kapal.
Berdasarkan laporan sementara, pada manifest KMP Putri Yasmin tercatat sebanyak 114 penumpang, belum termasuk awak kapal. Hingga Rabu sore, sebanyak 173 orang telah ditemukan, rinciannya 172 selamat dan satu meninggal dunia.
Satu kapal lainnya menuju Pelabuhan Lembar pada malam harinya dengan membawa 39 orang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan kesesuaian data manifest dengan jumlah orang ditemukan.
Tak lupa Menhub mengungkapkan bela sungkawa bagi korban meninggal dunia. “Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.
Dudy menegaskan perbedaan data manifest dengan jumlah penumpang ditemukan menjadi temuan serius yang harus segera ditindaklanjuti. Proses investigasi akan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan penyebab perbedaan tersebut.
“Sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan,” katanya. “Inilah yang menjadi bahan evaluasi, walaupun surat izin berlayar sudah diterbitkan, penambahan jumlah penumpang harus tetap dilaporkan.”
Terkait penyebab kebakaran, Dudy menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurut dia, pemerintah tidak ingin mendahului dan akan menggunakan temuannya sebagai bahan evaluasi keselamatan pelayaran.
“Hal ini demi meningkatkan keselamatan pelayaran,” ucapnya menegaskan. Meski begitu, Dudy memastikan KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.
Menhub mengungkapkan operasi penyelamatan akan dilakukan selama tujuh hari ke depan dengan dukungan posko pengaduan masyarakat. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya diminta segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko.
Sementara itu, PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh hak berupa biaya perawatan, pengobatan, hingga santunan. Kendaraan penumpang juga akan memperoleh penggantian melalui PT Asuransi Jasaraharja Putera sesuai ketentuan berlaku.
Dudy mengatakan perairan sekitar Pulau Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat. “Sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....