Radio dan Kabar Proklamasi yang Menembus Batas Indonesia

  • 12 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radio menjadi sarana utama penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia setelah Soekarno membacakannya di Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945.
  • Penyebaran informasi kemerdekaan menghadapi hambatan signifikan berupa keterbatasan infrastruktur komunikasi dan pengawasan ketat dari pemerintah Jepang.
  • Medium radio terbukti efektif menjangkau masyarakat luas dalam situasi penuh kendala, menjadikan radio instrumen penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak berhenti setelah Soekarno membacakannya di Pegangsaan Timur. Radio menjadi salah satu sarana penting untuk menyebarkan berita kemerdekaan kepada masyarakat.

Pada 17 Agustus 1945, Indonesia baru saja menyatakan kemerdekaannya. Saat itu, penyebaran informasi masih menghadapi keterbatasan komunikasi dan pengawasan Jepang.

Radio kemudian menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk menyampaikan kabar kemerdekaan. Siaran tersebut membantu membawa berita Proklamasi melampaui lokasi pembacaannya di Jakarta.

Pada pukul 19.00 WIB, Joesoef Ronodipuro membacakan Proklamasi melalui Hōsō Kyōku. Siaran tersebut menggunakan pemancar gelombang pendek di Bandung.

Hōsō Kyōku merupakan jawatan radio milik pemerintah pendudukan Jepang. Melalui siaran tersebut, kabar kemerdekaan dapat mulai didengar masyarakat di berbagai wilayah.

Penyebaran kabar kemerdekaan melalui radio kemudian berkembang setelah berdirinya Republik Indonesia. Radio menjadi sarana untuk menyampaikan pesan perjuangan kepada masyarakat.

Pada 23 Agustus 1945, pemancar Voice of Free Indonesia selesai dibangun. Pemancar tersebut menjadi bagian penting dari upaya menyampaikan informasi Indonesia kepada pendengar luar negeri.

Presiden Soekarno kemudian menyampaikan pidato melalui pemancar tersebut pada 25 Agustus 1945. Wakil Presiden Mohammad Hatta menyusul menyampaikan pidato pada 29 Agustus 1945.

Siaran radio pada masa awal kemerdekaan tidak hanya menyampaikan berita. Radio juga membawa pesan perjuangan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Peran tersebut membuat radio menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan kemerdekaan Indonesia kepada dunia. Siaran luar negeri kemudian berkembang menjadi Voice of Indonesia milik RRI.

Ada fakta menarik mengenai suara Soekarno yang sering terdengar saat peringatan Proklamasi. Rekaman suara tersebut ternyata bukan rekaman asli pembacaan Proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Rekaman yang dikenal masyarakat dibuat beberapa tahun kemudian atas inisiatif Joesoef Ronodipuro. Soekarno merekam kembali pembacaan Proklamasi di studio RRI.

Dari siaran pertama hingga rekaman yang diwariskan, radio memiliki tempat dalam sejarah Proklamasi Indonesia. Teknologi radio membantu membawa kabar kemerdekaan melewati batas wilayah dan generasi. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....