LKPP: 57 Persen UKPBJ Nasional Telah Capai Level Proaktif
- 11 Agt 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- LKPP mencatat 365 dari 644 UKPBJ atau sekitar 57 persen telah mencapai level Proaktif hingga Juli 2026
- LKPP menegaskan level Proaktif merupakan tahap awal menuju UKPBJ Strategis dan Unggul
- LKPP memberikan penghargaan kepada enam UKPBJ berpredikat Pusat Keunggulan Pengadaan Proaktif tingkat nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – LKPP mencatat sebanyak 57 persen Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (UKPBJ) di Indonesia telah mencapai level Proaktif. Capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya tata kelola kelembagaan pengadaan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.
"Alhamdulillah sampai dengan Juli tahun 2026, sebanyak 365 UKPBJ dari 644 atau sekitar 57 persen telah mencapai level Proaktif. Kemudian ada enam di antara UKPBJ tersebut telah menjadi pusat keunggulan pengadaan proaktif, ini lebih keren lagi," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) LKPP Suharti pada kegiatan Penerimaan Penghargaan Pusat Keunggulan Pengadaan Barang/Jasa (PKP-BJ) Proaktif dan Rapat Koordinasi UKPBJ Tahun 2026 di Kantor Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, semakin banyak UKPBJ kini memiliki fondasi kelembagaan, tata kelola, dan kapasitas organisasi yang memadai. Suharti menjelaskan level Proaktif menunjukkan UKPBJ telah siap menjalankan fungsi strategis dalam mendukung pengadaan pemerintah.
Namun, menurutnya, capaian tersebut bukan menjadi tujuan akhir pembinaan kelembagaan pengadaan. Ia mengatakan, seluruh UKPBJ didorong terus bertransformasi menuju level strategis hingga level unggul.
"Level Proaktif merupakan tonggak penting awal yang menjadi modal dalam perjalanan UKPBJ menuju level yang lebih tinggi. Yakni level Strategis dan kemudian level unggul," ujarnya.
Ia mengatakan hingga saat ini enam UKPBJ telah meraih predikat PKP-BJ Proaktif tingkat nasional. Selain itu, LKPP juga memberikan apresiasi kepada 17 UKPBJ level Proaktif dan lima pemerintah provinsi yang aktif membina kabupaten serta kota.
Salah satu penerima penghargaan Pusat Keunggulan Pengadaan Proaktif adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajarannya secara nasional.
Taruna menegaskan penghargaan tersebut menjadi amanah untuk terus meningkatkan tata kelola pengadaan yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, penguatan integritas menjadi hal penting mengingat BPOM mengelola anggaran besar dengan dampak ekonomi yang luas.
"Unggul proaktif yang diterima oleh Badan POM itu bukan akhir perjuangan, tetapi seharusnya itu awal. Di mana kita harus semakin punya integritas, menghindari konflik kepentingan dalam menyiapkan hubungannya dalam hal barang dan jasa," kata Taruna.
Ia juga memastikan BPOM akan terus memperkuat komitmen dalam menjalankan tata kelola organisasi yang transparan dan bertanggung jawab. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan negara maupun masyarakat terhadap kinerja BPOM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....