Habib Idrus Dorong Kader PKS Terapkan Servant Leadership, Pemimpin Harus Melayani

  • 10 Agt 2026 16:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Habib Idrus Salim Al Jufri menyampaikan pesan materi kepemimpinan servant leadership pada agenda Kembara 2026 yang digelar DPD PKS Kabupaten Tangerang.
  • Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin diukur dari besar kecilnya dampak kemanfaatan dan ketulusan dalam melayani masyarakat.
  • Anggota Komisi XI DPR RI ini mengimbau para kader untuk membangun sistem yang berdaya guna dan berorientasi pada kinerja nyata ketimbang simbol fisik semata.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Al Jufri, mendorong kader PKS menerapkan konsep servant leadership atau kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan dan kewenangan, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Habib Idrus saat menjadi pemateri Kembara atau Kemah Bela Negara 2026 di Gunung Malang, Serang, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan bertema “Memimpin dengan Hati, Melayani dengan Kinerja, Menangkan Perubahan” itu digelar DPD PKS Kabupaten Tangerang dan diikuti ratusan kader.

Habib Idrus mengatakan kepemimpinan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kebermanfaatan nyata bagi orang lain. Ia menilai pemimpin harus mengubah paradigma dari kepemimpinan yang berorientasi untuk dilayani menjadi kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan.

“Kepemimpinan bukan tentang gelar atau posisi, melainkan tentang amanah dan jejak kemanfaatan nyata. Yang perlu diingat betul, pemimpin harus bisa melayani, bukan dilayani,” kata Habib Idrus.

Menurutnya, karakter pemimpin yang melayani dapat dimulai dari kesediaan mendengarkan keluhan masyarakat sebelum mengambil keputusan. Sikap tersebut perlu didukung empati, ketulusan, integritas, serta kemudahan akses antara pemimpin dan masyarakat.

“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka,” ujarnya, mengutip pesan yang menjadi salah satu rujukan dalam materinya. Ia menilai prinsip tersebut relevan untuk membangun kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Habib Idrus juga mengingatkan bahwa pelayanan harus diikuti dengan kinerja agar menghasilkan dampak yang nyata. Menurutnya, niat baik tanpa kinerja hanya akan berhenti sebagai gagasan dan tidak memberikan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia mengajak para kader PKS menjadi pemimpin yang mampu meninggalkan warisan berupa sistem yang terus berjalan dan masyarakat yang semakin berdaya. Kepemimpinan juga diharapkan menghasilkan manfaat berkelanjutan yang dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Kembara 2026 merupakan program pengkaderan dan pelatihan lapangan tahunan yang diselenggarakan PKS sebagai bagian dari pembinaan kader di tingkat daerah. Melalui kegiatan tersebut, kader dibekali nilai kepemimpinan, ketangguhan, serta kemampuan untuk menjalankan peran pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....