Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Pemicu Kebakaran di Musim Kering
- 10 Agt 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran di musim kemarau.
- Kondisi cuaca sangat kering menyebabkan percikan api sekecil apapun mudah membesar pada lahan atau ranting kering.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat untuk mawas diri dan mencegah kebakaran yang tidak terkendali.
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada dan menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran . Saat ini tengah musim kemarau sehingga percikan api sekecil apapun akan mudah membesar pada lahan atau ranting kering.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api. Kami mohon masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Menteri Prasetyo mengatakan dampak El-Nino, muncul titik api di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Selain itu, kebakaran besar melanda Taman Nasional BromoTengger Semeru di Jawa Timur.
Adapun terkait kebakaran di Bromo, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, aparat penegak hukum dan Kementerian Kehutanan, termasuk pihak Balai Taman Nasional. Koordinasi untuk pemadaman api secara terus menerus agar api cepat padam.
“Masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia, beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah. Cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Menteri Prasetyo.
Pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengendalian karhutla seperti pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan OMC akan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hanya saja pelaksanaan OMC, tidak serta merta dapat dilakukan di semua wilayah, terutama tergantung cuaca. Pemerintah menyiapkan sarana pendukung seperti water bombing, helikopter, dan pesawat yang dapat digunakan dalam penanganan karhutla.
“Semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk waterbombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam. Hari ini semua kami koordinasikan,” kata Menteri Prasetyo.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penanganan karhutla. Presiden Prabowo, kata Menteri Djamari, siap untuk mengeluarkan anggaran yang dibutuhkan agar karhutla dapat diatasi.
“Saya selalu tanya kepada kepala BNPB, anggaran berapa? Berapapun Presiden akan mengeluarkan demi kepentingan mengatasi ini,” ujar Djamari, di Gedung Kemenkopolkam, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Pemerintah mendeteksi ada enam wilayah yang menjadi perhatian terkait karhutla. Keenam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....