Generasi Z Ajak Masyarakat Hidupkan Budaya Membaca

  • 10 Agt 2026 06:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Natasha Shinta, siswi MAN 10 Jakarta, secara aktif mendukung rencana pemerintah untuk menggalakkan kembali budaya membaca di kalangan pelajar.
  • Natasha menghabiskan dua jam setiap hari untuk membaca buku, terutama materi pelajaran, dengan intensitas yang meningkat jelang Tes Kemampuan Akademik (TKA).
  • Pemerintah akan menggalakan kembali budaya membaca

RRI.CO.ID, Jakarta - Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jakarta, Natasha Shinta mendukung rencana pemerintah untuk menggalakan kembali budaya membaca dikalangan pelajar. Ia mengaku menghabiskan dua jam untuk membaca buku dalam satu hari, bahkan intensitas meningkat jelang Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Iya mendukung, saya bisa membaca 2 jam per hari. Lebih banyak membaca buku materi pelajaran, mengulas pelajaran,” kata Natasha ditemui RRI di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Natasha mengatakan jarang mengunjungi Perpustakaan dan memilih untuk membaca buku di rumah. Bagi Natasha membaca buku sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan.

Ia juga menyoroti ketergantungan siswa terhadap Artificial Intelligence (AI), ketimbang meningkatkan literasi membaca. Diakui, AI memberika kemudahan dalam mencari berbagai informasi namun membuat siswa akan malas untuk membaca buku.

“Kita harus lebih sering membaca apalagi diera sekarang memakai AI dan itu membuat malas mencari informasi. Cari di AI langsung dapat tetapi kita malas membaca, AI bagus tapi tidak boleh mengandalkan AI, literasi penting ketimbang hasil,” katanya menegaskan.

Natasha juga memiliki kebiasaan lainnya dalam belajar yakni menulis kembali ke buku atau merangkum materi. Menurutnya kebiasaan tersebut akan memudahkan untuk mengingat kembali materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru.

“Di sekolah sering merangkum untuk memahami materi lebih mudah, padat dan jelas. Tetapi secara pribadi saya lebih suka mendengarkan langsung penjelasan dari guru daripada merangkum,” ujarnya.

Ia pun memberikan tips bagi Generasi Z (Gen-Z) atau anak muda lainnya untuk meningkatkan keinginan membaca buku. Menurutnya, kebiasaan membaca diawali dengan membaca buku yang paling disukai.

“Kita mencari buku, yang menurut kita asyik untuk dibaca. Perlahan saja membaca agar materi masuk ke otak,” katanya.

Selanjutnya, ia menyampaikan pesan kepada teman-temannya terutama Gen-Z untuk rajin membaca buku. "Pesan ke Gen-Z, kita tidak boleh malas membaca karena itu penting untuk meningkatkan pendidikan kita,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah kembali menggalakan budaya wajib membaca bagi kalangan pelajar di Tanah Air. Kebiasaan membaca harus menjadi kebiasaan di keluarga di Indonesia.

"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menteri Prasetyo mengatakan buku adalah sumber ilmu sehingga kebiasaan membaca sangat penting. Ia terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen) untuk menggalakan kembali budaya membaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....