Cerita Siswa Kurangi Ketergantungan Gawai agar Fokus Baca Buku
- 09 Agt 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto akan menggiatkan kembali budaya membaca buku di kalangan pelajar Indonesia sebagai bagian dari komitmen pendidikan nasional.
- Seorang pelajar di Jakarta bernama Arkan menunjukkan teladan positif dengan meluangkan waktu membaca buku selama 10 menit setiap hari.
- Mengurangi penggunaan gawai merupakan salah satu strategi efektif untuk menjaga konsistensi dan fokus dalam membaca buku.
RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto akan menggiatkan kembali budaya membaca buku di kalangan pelajar. Salah satu pelajar di Jakarta, Arkan memiliki kebiasaan membaca buku kendati durasi tidak lama.
Arkan mengatakan meluangkan waktu membaca buku selama 10 menit setiap hari. Menurutnya salah satu cara untuk konsisten membaca buku adalah mengurangi gawai sehingga tetap fokus dalam membaca.
“Saya membaca buku sekitar 10 menitan, setiap hari. Mengurangi main HP kita bisa meningkatkan keinginan membaca buku, tips kurangin HP biar fokus membaca,” kata Arkan, ditemui RRI.CO.ID, di Perpustakaan Nasional, Gambir, Minggu, 9 Agustus 2026.
Arkan menilai membaca buku penting karena akan menambah berbagai pengetahuan. Arkan mengatakan suka membaca buku astronomi.
“Membaca buku bagus penting untuk pengetahuan . Biasanya membaca buku, aku lebih suka pengetahuan seperti astronomi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah kembali menggalakan budaya wajib membaca bagi kalangan pelajar di Tanah Air. Kebiasaan membaca harus menjadi kebiasaan di keluarga di Indonesia.
"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen) untuk menggalakan kembali budaya membaca. Menteri Prasetyo mengatakan pemerintah akan memperbaharui buku pelajaran di sekolah baik secara materi maupun tampilan.
“Kita sudah membentuk tim dan sudah bekerja. Beberapa kali rapat,” ujarnya.
Dia menerangkan bahwa pembaharuan materi buku fokus pada tiga kelompok mata pelajaran yang strategis. Tim meramu ulang contoh materi bahasa Inggris guna mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dari negara tetangga.
“Ada beberapa penekanan dari bapak presiden, pertama buku ajar mengenai nasionalisme dan kebangsaan. Kedua mengenai matematika dan ketiga pelajaran bahasa Inggris,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....