Ketua IESPA Apresiasi Kapolri Cup 2026, Wadah Luar Biasa
- 09 Agt 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua IESPA Ibnu Riza menilai Kapolri Cup 2026 menjadi wadah luar biasa bagi talenta e-sports.
- Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi.
- Kompetisi membuka jalur pengembangan peserta dari tingkat Polres, Polda, hingga panggung nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum IESPA Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 bagi generasi muda. Kompetisi tersebut dinilai memberikan kesempatan masyarakat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.
Kapolri Cup memiliki keunggulan karena membuka kompetisi berjenjang dari tingkat Polres hingga panggung nasional. Mekanisme tersebut memberikan kesempatan talenta e-sports berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.
“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 8 Agustus 2026.
Kompetisi tersebut terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Peserta mendaftarkan diri melalui Polda dan Polres masing-masing sebelum mengikuti pertandingan secara berjenjang.
Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026. Besarnya partisipasi menunjukkan potensi generasi muda dari berbagai daerah dalam ekosistem e-sports Indonesia.
Ibnu berharap kompetisi tersebut terus dilaksanakan karena memberikan jalur pengembangan bagi talenta dari daerah. Peserta dapat berkembang mulai tingkat Polres, Polda, hingga memperoleh kesempatan tampil pada tingkat nasional.
“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa. Dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.
Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan perkembangan digital membuka ruang kreativitas dan kompetensi bagi generasi muda. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus diwaspadai bersama.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital 2026, Indonesia berada pada posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet Indonesia merupakan anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital Indonesia. Karena itu, ruang digital perlu dibangun secara aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat.
“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber. Polri juga mengawasi agar setiap aktivitas tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Polri juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship kepada generasi muda. Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi sekaligus memahami berbagai risiko di ruang siber.
Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026. Kompetisi menjadi ruang bagi generasi muda menyalurkan minat menuju prestasi.
“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi. Kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.
Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports
Penyelenggaraan Kapolri Cup dilakukan melalui kolaborasi Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta IESPA. Sejumlah kementerian dan lembaga terkait juga terlibat mendukung pengembangan ekosistem e-sports.
Pembukaan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. TNI, Kejaksaan Agung, serta Badan Siber dan Sandi Negara juga mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti rangkaian pembukaan secara daring. Kolaborasi diarahkan mendorong e-sports menjadi ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas, dan kegiatan positif.
Membangun Talenta dan Karakter
Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become” untuk mendorong generasi muda mengembangkan potensi. Minat dan kemampuan yang dimiliki diharapkan berkembang menjadi prestasi serta membuka masa depan.
Dedi berharap kompetisi tersebut melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing global. Menurutnya, kemampuan juga perlu dibarengi karakter kuat selama mengikuti kompetisi.
“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan. Kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” ujarnya.
Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta kepemimpinan menjadi nilai penting dalam kompetisi. Peserta tidak hanya diarahkan mengejar kemenangan, tetapi juga membangun karakter selama bertanding.
“Jadikan ajang ini sebagai ruang menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” katanya.
Selain mengembangkan kemampuan, peserta diharapkan ikut menjaga ruang digital tetap aman dan produktif. Generasi muda juga didorong menjadi bagian dalam membangun keamanan siber bersama masyarakat.
“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab. Ruang digital sehat hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kapolri Cup memberikan ruang kepada masyarakat mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang hingga tingkat nasional. IESPA berharap kompetisi tersebut terus berlanjut dan membuka kesempatan semakin luas bagi talenta muda Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....