BPBD Asesmen Rumah Warga di Garut yang Rusak Akibat Gempa

  • 07 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Garut melakukan asesmen terhadap rumah warga di Kecamatan Banjarwangi yang dilaporkan mengalami kerusakan.
  • Kerusakan rumah ini sebelumnya akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di barat daya Kabupaten Pangandaran.
  • BPBD Garut selanjutnya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis.

RRI.CO.ID, Garut - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan asesmen terhadap rumah warga di Kecamatan Banjarwangi yang dilaporkan mengalami kerusakan. Hal ini akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di barat daya Kabupaten Pangandaran.

Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengatakan tim BPBD bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat. Guna mengetahui tingkat kerusakan bangunan yang terdampak gempa.

"BPBD Kabupaten Garut bersama unsur terkait telah melaksanakan kaji cepat dan asesmen terhadap kondisi bangunan terdampak," kata Abud di Garut, Jumat 7 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, gempa berkekuatan M 5,3 terjadi pada 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 87 kilometer. Guncangan gempa dilaporkan terasa hingga wilayah Kabupaten Garut.

Hasil asesmen menunjukkan satu rumah milik Aep Saepulloh di Kampung Cipari, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi mengalami kerusakan yang membahayakan penghuninya. Rumah semi permanen tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa.

"Berdasarkan hasil asesmen terdapat satu unit rumah milik Aep Saepulloh yang dihuni oleh satu kepala keluarga berjumlah enam jiwa mengalami kondisi yang membahayakan," ujar Abud. Ia menjelaskan, bangunan rumah mengalami kemiringan ke arah depan dan terdapat sejumlah retakan pada struktur bangunan.

Kondisi rumah yang sebelumnya sudah lapuk diduga semakin parah setelah diguncang gempa.

"Guncangan gempa diduga memperparah kondisi bangunan sehingga rumah saat ini terancam ambruk dan memerlukan penanganan lebih lanjut," katanya.

BPBD Garut selanjutnya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kajian teknis. Guna menentukan tingkat kerusakan bangunan dan langkah penanganan yang diperlukan.

Selama proses tersebut, penghuni rumah diimbau tetap waspada dan membatasi aktivitas di dalam bangunan karena berpotensi ambruk. Sebagai penanganan awal, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak berupa paket sembako, matras, alas kaki dewasa, seragam sekolah, sepatu, dan tas sekolah.

"Sementara untuk penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan dinas teknis. Dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman," kata Abud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....