Karhutla di TN Gunung Rinjani Dipastikan Berhasil Dikendalikan

  • 09 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di TN Gunung Rinjani
  • Balai TNGR memastikan pemantauan di lapangan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api dan bara benar-benar padam

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan telah berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya terjadi di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 16.48 WITA. Petugas Resor Sembalun bersama siswa PKL SKMA kemudian melakukan pengecekan dan menemukan tiga titik api aktif di kawasan Maletan.

Tim gabungan langsung melakukan konsolidasi dan menyiapkan peralatan pemadaman. Sebanyak 22 personel dari Balai TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, TNI Polri serta Pemadam Kebakaran terlibat dalam penanganan awal.

“Namun, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan perkembangan api yang dinamis, tim memutuskan kembali ke pos sekitar pukul 19.00 WITA. Sesuai dengan standar operasional prosedur keselamatan dan kesehatan kerja,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, Minggu, 9 Agustus 2026.

Berdasarkan pengamatan awal, luas areal yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi semak, perdu, dan liana.

Pemantauan perkembangan api dilakukan menggunakan drone. Penanganan juga diperkuat personel dan armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur, Polsek Sembalun, serta Koramil Sembalun.

Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 00.15 WITA.

Sebanyak 35 personel dari Balai TNGR.

Sekitar pukul 01.30 WITA, api berhasil dikendalikan. Pemeriksaan di lokasi juga tidak menemukan titik api aktif.

Petugas selanjutnya melakukan mopping up atau penyisiran untuk memastikan sisa material dan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali benar-benar padam. Budhy mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam penanganan karhutla tersebut.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang bergerak bersama di lapangan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujar Budhy.

Balai TNGR memastikan pemantauan di lapangan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api dan bara benar-benar padam. Dalam setiap tahapan penanganan, keselamatan dan kesehatan personel tetap menjadi prioritas.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat di sekitar kawasan TN Gunung Rinjani meningkatkan kewaspadaan. Dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....