Task Force Hanura Bidik Penguatan Akar Rumput menuju 2029
- 08 Agt 2026 15:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang – Task Force Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura mulai memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029. Penguatan tersebut diarahkan hingga tingkat akar rumput, termasuk struktur ranting di desa dan kelurahan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas basis dukungan Hanura menjelang kontestasi politik 2029. Konsolidasi diawali dari Provinsi Banten sebagai bagian rangkaian safari Task Force Hanura.
Ketua Task Force Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, konsolidasi merupakan bagian persiapan menghadapi Pemilu 2029. Setelah Banten, Task Force akan bergerak menuju sejumlah daerah strategis lainnya di Indonesia.
“Di antaranya Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan,” ujar Rio di Tangerang, Sabtu, 8 Agustus 2026. Menurutnya, safari konsolidasi bertujuan membangun optimisme kader sekaligus memperkuat struktur organisasi.
Rio menekankan, penguatan partai tidak cukup dilakukan melalui pembangunan struktur organisasi. Menurutnya, seluruh kader juga harus memiliki semangat menghadapi Pemilu 2029.
“Keberadaan struktur partai hingga tingkat ranting harus diikuti dengan kerja nyata. Pengurus tidak cukup hanya pandai berbicara tanpa menjalankan tugas organisasi," kata Rio.
“Yang paling penting, bekerja. Berikutnya, bagaimana strategi memenangkan partai. Penguatan struktur hingga tingkat ranting menjadi kunci memperluas basis dukungan Hanura."
Banten menjadi salah satu daerah dengan struktur ranting cukup besar. Rio menyebut terdapat sekitar 1.500 ranting Hanura di Provinsi Banten.
Menurutnya, setiap ranting memiliki sekitar 10 pengurus. Dengan demikian, terdapat sekitar 15.000 kader pada tingkat ranting di Banten.
Rio menilai penguatan struktur ranting secara nasional dapat membantu Hanura mengejar target perolehan suara. Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 80.000 ranting yang dapat menjadi basis kekuatan partai.
“Kalau tembus, kita bisa melewati ambang batas parlemen sebesar empat persen,. Penguatan akar rumput menjadi salah satu strategi menghadapi Pemilu 2029," kata Rio.
Task Force Hanura memilih Banten sebagai daerah pertama dalam rangkaian safari konsolidasi nasional. Menurut Rio, Banten memiliki posisi strategis dalam membangun kekuatan partai.
Ia menegaskan kedatangan Task Force bukan untuk menggurui kader atau memberikan arahan secara sepihak. Tim tersebut dibentuk untuk membantu mempercepat penguatan organisasi Hanura di daerah.
“Kami datang untuk mengajak saudara-saudara, kader Hanura se-Provinsi Banten, untuk bekerja membesarkan partai ini,” ucapnya. Menurutnya, konsolidasi harus dilakukan melalui kerja bersama seluruh kader.
Rio mengakui Hanura Banten sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan dalam penguatan struktur organisasi. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap hasil Pemilu 2024 yang belum sesuai harapan.
Namun, perkembangan konsolidasi di Banten membuat Rio melihat adanya optimisme baru. Ia menilai jajaran pengurus mulai menunjukkan semangat menghadapi Pemilu 2029.
“Untuk menghadapi Pemilu 2029, kami ingin memastikan terjadi percepatan proses penguatan struktur di Provinsi Banten,” tegasnya. Menurut Rio, soliditas menjadi modal utama menghadapi proses konsolidasi tersebut.
Ia mengingatkan kader agar tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah dipecah belah. Soliditas diperlukan agar seluruh struktur bergerak konsisten menuju Pemilu 2029.
“Modalnya adalah soliditas. Solid, tidak mudah terprovokasi, tidak mudah dipecah belah," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPP Hanura juga memberikan bantuan operasional kepada pengurus DPD dan DPC se-Provinsi Banten. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis Rio kepada perwakilan pengurus DPD Hanura Banten.
“Bantuan ini diberikan sebagai upaya memperkuat struktur organisasi Hanura di daerah. Selain itu, untuk memanaskan mesin politik partai menghadapi Pemilu 2029," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....