Legislator PKS: BKSAP Siap Buka Jalan Garut Jadi Pusat Industri Vetiver Dunia

  • 07 Agt 2026 01:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Habib Aboe Bakar Alhabsyi mendorong penggunaan jalur diplomasi parlemen BKSAP untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kabupaten Garut di kancah global.
  • Ia mengusulkan pembangunan ekosistem industri minyak akar wangi (vetiver) yang terintegrasi dari pusat riset hingga kemitraan dengan industri parfum dunia.
  • Anggota BKSAP DPR RI ini juga siap memfasilitasi pendampingan sertifikasi internasional dan pengelolaan limbah bagi UMKM industri kulit Sukaregang.

RRI.CO.ID, Garut – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan diplomasi parlemen harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Salah satunya dengan membuka peluang kerja sama internasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kabupaten Garut.

Aboe Bakar menilai Garut memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam, industri, dan pariwisata. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya menghasilkan komoditas unggulan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir.

“Garut memiliki modal pembangunan yang sangat kuat, baik dari sisi sumber daya alam, industri, maupun pariwisata. Tantangan kita saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas unggulan, tetapi bagaimana menjadikan komoditas tersebut memiliki nilai tambah,” ujar Legislator Fraksi PKS tersebut saat Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kabupaten Garut, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia mengatakan minyak akar wangi atau vetiver asal Garut telah diakui kualitasnya di pasar dunia. Namun, selama ini Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku sehingga nilai ekonomi terbesar dinikmati industri di luar negeri.

Menurut Aboe Bakar, Garut perlu membangun ekosistem industri vetiver yang lebih lengkap. Mulai dari pusat riset, laboratorium berstandar internasional, inkubasi industri kosmetik dan aromaterapi, hingga penguatan identitas global Garut sebagai sentra vetiver dunia.

“Sudah saatnya Garut membangun ekosistem industri yang lebih lengkap. Tidak hanya memproduksi minyak atsiri, tetapi juga mengembangkan pusat riset,” katanya.

Ia menambahkan, BKSAP siap memanfaatkan jejaring diplomasi parlemen untuk mempertemukan Pemerintah Kabupaten Garut dengan negara-negara yang memiliki industri parfum dan kosmetik maju. Seperti Prancis, Swiss, dan Jepang.

Kerja sama tersebut diharapkan mencakup transfer teknologi, riset bersama, hingga business matching bagi pelaku usaha Garut. Selain vetiver, Aboe Bakar juga menyoroti industri kulit Sukaregang yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Garut.

Menurutnya, pelaku usaha perlu didukung agar mampu memenuhi standar lingkungan, sertifikasi internasional, serta meningkatkan kualitas desain produk untuk memperluas pasar ekspor. “Garut perlu memiliki pusat pendampingan industri kulit yang mampu membantu UMKM memperoleh sertifikasi internasional,” ujarnya.

Melalui hubungan BKSAP dengan parlemen berbagai negara, Aboe Bakar mengatakan pihaknya siap mendorong kerja sama teknis guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi industri di Garut. Ia optimistis diplomasi parlemen dapat menjadi jembatan untuk memperkuat daya saing daerah di tingkat global.

“Saya meyakini Garut telah memiliki hampir seluruh modal untuk menjadi daerah yang berdaya saing global. Nantinya akan menghubungkan seluruh potensi tersebut dengan jejaring internasional secara lebih sistematis dan terukur,” ucapnya menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....