Bapanas Pastikan Beras Terjangkau di Alor

  • 07 Agt 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas memastikan pasokan beras di Kabupaten Alor terus diperkuat melalui penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan
  • Pemerintah telah menyalurkan sekitar 1,5 juta kilogram Cadangan Beras Pemerintah untuk masyarakat Alor hingga akhir Juli 2026
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meminta Bulog memastikan distribusi beras menjangkau seluruh wilayah kepulauan Alor
  • Penyaluran beras dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan di daerah
  • Kabupaten Alor kembali memperoleh alokasi bantuan pangan beras bagi 37.338 penerima pada Juli hingga September 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, terus diperkuat setelah Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memerintahkan Perum Bulog menggelontorkan beras SPHP dan bantuan pangan. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah telah menyalurkan sekitar 1,5 juta kilogram Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk masyarakat Alor.

Perintah tersebut disampaikan Amran setelah menerima aspirasi mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor mengenai tingginya harga beras di wilayah tersebut. Pemerintah juga meminta Bulog memastikan distribusi menjangkau seluruh wilayah kepulauan di Kabupaten Alor.

"Oke, harga beras di sana cukup tinggi, kirim beras di sana dulu. Oke, hari ini ya. Kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana. Kemudian hari ini kirim beras di sana. Insya Allah harganya cuma Rp12.500 ya," ujar Amran di Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menegaskan distribusi beras harus menjangkau seluruh wilayah Alor. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

"Merata sampai daerah seluruh pulau. Nanti, aku pantau," kata Amran.

Bapanas mencatat realisasi penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor selama Maret hingga Juli 2026 mencapai 764.070 kilogram. Penyaluran dilakukan melalui Rumah Pangan Kita, pengecer pasar rakyat, dan Gerakan Pangan Murah.

Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras tahap pertama sebanyak 746 ribu kilogram di Kabupaten Alor. Dengan demikian, total Cadangan Beras Pemerintah yang telah digelontorkan untuk masyarakat Alor mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.

Untuk alokasi Juli hingga September 2026, Kabupaten Alor kembali memperoleh bantuan pangan bagi 37.338 penerima bantuan pangan. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga beras di wilayah kepulauan.

Sebelumnya, mahasiswa asal Alor Adriano Padama menyampaikan harga beras di daerahnya dapat mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram saat distribusi terganggu. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan produksi lokal dan tingginya biaya distribusi antarpulau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....