BRIN Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah

  • 07 Agt 2026 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah di seluruh Indonesia dengan target kebersihan di setiap kota dan desa.
  • BRIN telah menyiapkan teknologi pengolahan sampah yang komprehensif mencakup skala rumah tangga hingga skala besar untuk mendukung program kebersihan nasional.
  • Program penanganan sampah ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan pariwisata Indonesia melalui peningkatan kualitas lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan berbagai teknologi pengolahan sampah dari rumah tangga hingga skala besar. Langkah tersebut mendukung perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap terwujudnya kota dan desa bersih untuk menunjang sektor pariwisata.

Teknologi yang disiapkan mencakup pengolahan sampah organik rumah tangga, tingkat desa, hingga Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik. Keterangan tersebut disampaikan BRIN melalui pernyataan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria menjelaskan perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sampah nasional. Pemerintah juga menyiapkan penerapan teknologi sesuai kebutuhan setiap tingkatan pengelolaan sampah.

"BRIN sudah menyediakan berbagai level teknologi untuk menyelesaikan masalah sampah. Bapak presiden sangat berkepentingan terhadap pentingnya kota yang sehat, desa yang sehat, desa yang bersih, kota yang bersih karena ini sangat penting untuk menunjang wisata," kata Prof Arif.

BRIN menyiapkan Layanan Pengolah Sampah Organik Rumah Tangga (Lahsamor) untuk mengelola sampah organik langsung dari rumah. Teknologi tersebut memungkinkan sampah organik rumah tangga diolah menjadi kompos secara sederhana.

"Pada level rumah tangga melalui Lahsamor ya, yang sangat sederhana. Di mana sampah-sampah organik bisa diselesaikan di tingkat rumah tangga, kemudian di tingkat desa," katanya.

BRIN juga menerapkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik bernilai rendah di tingkat desa. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Hasilnya bisa menghasilkan bahan bakar untuk kebutuhan para nelayan sekaligus untuk para petani. Teknologi ini sudah diterapkan di 80 titik," katanya.

Selain itu, BRIN mengembangkan Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk pengolahan sampah berskala lebih besar. Teknologi tersebut mampu mengolah 50 ton hingga 100 ton sampah setiap hari.

"Ada banyak variasi teknologi sampah ini," kata Arif.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan bangsa ditentukan kemampuan menguasai sains dan teknologi. Presiden juga menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia cerdas untuk mengembangkan penguasaan teknologi nasional.

"Saya ingat Profesor Habibie mengatakan, kita tidak usah takut, 1% saja orang pinter di Indonesia. Dan 1% saja itu hampir 3 juta orang, jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali," kata Presiden Prabowo.

Prabowo menekankan pengembangan sumber daya manusia harus dilakukan melalui pembinaan, dukungan, dan pemberian kesempatan berkelanjutan. Ia juga menegaskan penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci kemajuan bangsa.

"Apa pun yang kita punya, harus saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses. Kuncinya adalah sains dan teknologi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....