Presiden Prabowo Akui Investasi Riset Indonesia Masih Rendah
- 06 Agt 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan masih tergolong rendah dibandingkan dengan kebutuhan nasional.
- Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan investasi riset sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.
- Peningkatan investasi penelitian dan pengembangan diarahkan untuk mendukung lahirnya inovasi nasional dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi Indonesia pada bidang penelitian dan pengembangan masih tergolong rendah. Pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi tersebut untuk mempercepat lahirnya inovasi nasional.
Presiden mengatakan peningkatan investasi riset menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing bangsa. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit," kata Presiden saat memberikan arahan kepada periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Presiden mengatakan pemerintah akan berupaya meningkatkan anggaran riset secara bertahap. Pendanaan tersebut akan diperoleh melalui efisiensi anggaran serta pemberantasan praktik korupsi dan kecurangan.
"Ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu, untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari dari penghematan, dari menghilangkan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan (fraud), under invoicing," ujarnya.
Presiden menilai penguatan riset harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama untuk melahirkan inovasi, penemuan, dan paten yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia.
Presiden otimistis peningkatan investasi di bidang riset dan pendidikan akan menghasilkan lebih banyak inovasi karya anak bangsa. Presiden berharap langkah tersebut mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....