Mentan Hadiahi Traktor usai Dengar Keluhan Petani
- 06 Agt 2026 13:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiahkan satu unit traktor kepada kelompok tani di Semarang
- Bantuan diberikan setelah Mentan mendengar langsung keluhan petani yang masih menanam padi secara manual
- Kementerian Pertanian juga mempertimbangkan bantuan alat tanam modern untuk meningkatkan efisiensi
- Petani menyambut baik bantuan pemerintah yang dinilai mendukung produktivitas usaha tani
- Modernisasi pertanian terus didorong melalui penyediaan alat dan mesin pertanian bagi petani
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menghadiahkan satu unit traktor kepada kelompok tani usai mendengar langsung keluhan petani saat inspeksi mendadak di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Bantuan diberikan setelah Amran melihat petani masih menanam padi secara manual.
Saat berdialog dengan petani, Amran menawarkan bantuan traktor agar pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien. Bantuan tersebut langsung diputuskan di lokasi.
"Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?" tanya Amran kepada para petani di Semarang, Kamis 6 Agutus 2026.
Salah seorang petani, Jadiyah, mengaku khawatir belum mampu mengoperasikan traktor. Menanggapi hal itu, Amran menyarankan alat tersebut dapat disewakan agar tetap memberikan manfaat bagi kelompok tani.
"Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok," ujar Amran.
Ia kemudian meminta jajarannya segera mendata kelompok tani penerima bantuan. Selain traktor, Kementerian Pertanian juga akan mempertimbangkan bantuan alat tanam modern.
"Ini nanti traktornya saya kasih, supaya tidak lagi tanam pakai tangan. Kalau perlu kita bantu juga alat tanamnya," kata Amran.
Suasana semakin hangat ketika para petani mengetahui sosok yang berbincang dengan mereka adalah Menteri Pertanian. Sebelumnya, Amran sempat memperkenalkan diri dengan bercanda sebagai "ketua penyuluh petani".
Sementara itu, Jadiyah mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan Menteri Pertanian. Ia bersyukur pemerintah mendengar keluhan petani dan langsung memberikan bantuan.
"Saya benar-benar tidak menyangka itu Pak Menteri. Saya kira hanya orang yang lewat mau melihat-lihat sawah. Alhamdulillah bisa bertemu langsung, menyampaikan keluh kesah kami, dan tidak menyangka langsung diberikan bantuan traktor," ujar Jadiyah.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, Kementerian Pertanian terus mendorong modernisasi pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....