Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Investasi Sektor Strategis
- 06 Agt 2026 11:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Arab Saudi menandatangani MoU untuk memperkuat promosi dan fasilitasi investasi langsung.
- Kerja sama mencakup pertukaran informasi, promosi investasi, konsultasi dengan sektor swasta, dan penguatan koordinasi kelembagaan.
- Pemerintah menargetkan implementasi MoU mampu meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kolaborasi di sektor strategis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama investasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan itu bertujuan meningkatkan promosi investasi langsung di berbagai sektor strategis.
Penandatanganan MoU dilakukan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani di Jeddah, Selasa, 4 Agustus 2026. Menteri Investasi Arab Saudi, Fahad bin Abduljalil Al-Saif, turut menandatangani kesepakatan tersebut.
Rosan mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis memperkuat hubungan bilateral melalui investasi. Menurutnya, kolaborasi ekonomi akan memberikan manfaat bagi kedua negara.
"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat," ujar Rosan dalam keterangan pers yang diterima Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mengatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi dibangun atas dasar saling percaya dan saling menghormati. Hubungan antarmasyarakat kedua negara juga telah terjalin selama puluhan tahun.
Rosan menyebut investasi langsung Arab Saudi mencapai 126,2 juta dolar Amerika Serikat sejak 2021 hingga Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi modal memperluas kerja sama investasi pada masa mendatang.
Menurutnya, perubahan ekonomi global mendorong negara membangun kemitraan yang semakin kuat. Investor kini mengutamakan stabilitas, kepastian, dan peluang investasi jangka panjang.
"Arab Saudi tengah menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara," katanya.
Melalui MoU tersebut, kedua negara sepakat memperkuat promosi investasi langsung. Kerja sama mencakup pertukaran informasi, promosi bersama, dan konsultasi dengan sektor swasta.
Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran pengetahuan serta kunjungan antarahli. Langkah tersebut memperkuat koordinasi antarlembaga investasi kedua negara.
Rosan menegaskan keberhasilan MoU ditentukan melalui implementasi nyata. Ia berharap kerja sama menghasilkan investasi baru dan membuka lapangan kerja.
"Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah terus memperbaiki iklim investasi melalui berbagai reformasi kebijakan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik investasi nasional.
"Indonesia terbuka untuk investasi dan berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama," ucap Rosan.
MoU tersebut diharapkan menjadi tonggak baru hubungan ekonomi kedua negara. Kesepakatan itu juga diharapkan mempercepat realisasi investasi pada sektor prioritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....