Menko Airlangga: Investasi dan Hilirisasi Topang Penciptaan Lapangan Kerja
- 05 Agt 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Investasi dan hilirisasi menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja nasional menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.
- Realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2 persen, mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja.
- Investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi dan hilirisasi menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja nasional. Menurutnya, realisasi investasi pada semester pertama 2026 turut mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja nasional.
Airlangga mengungkapkan realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun.
Ia menjelaskan sekitar 50 persen realisasi investasi telah mengalir ke wilayah luar Pulau Jawa. Menurutnya, hilirisasi menjadi salah satu tujuan utama investasi dengan porsi sekitar 30 persen atau Rp300 triliun dari total realisasi investasi.
Airlangga menyebut investasi pada semester pertama 2026 menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung. Angka tersebut meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya meski di tengah berbagai isu maupun kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Jadi jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15 persen dari tahun lalu, di tengah adanya beberapa isu PHK. Tetapi jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru meningkat dengan tinggi," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Airlangga menerangkan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja didorong peningkatan investasi pada sektor hilirisasi dan manufaktur. Menurutnya, investasi yang masuk ke sektor manufaktur di Pulau Jawa turut menjadi salah satu penopang penciptaan lapangan kerja.
"Jadi pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi. Dan investasi kembali 30 persen ke hilirisasi, kemudian juga di Pulau Jawa itu ke sektor masuknya ke manufaktur," katanya.
Selain investasi, Airlangga mengatakan sektor makanan dan minuman turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, sektor tersebut didukung aktivitas wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara sehingga mampu mencatat pertumbuhan sekitar 10 persen.
"Serapan makanan-minuman itu menunjukkan dan juga turis lokal maupun wisman itu sektor Mamin juga mendorong karena dia tumbuh sekitar 10 persen. Jadi dua sektor itu menjadi sektor yang merekrut cukup banyak tenaga kerja," ucap Airlangga.
Airlangga menambahkan sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 10,6 persen pada semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), industri perhotelan, serta industri perjalanan.
Ia juga mengemukakan industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 18,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen sejalan dengan penguatan sektor perumahan.
Pada semester kedua 2026, pemerintah akan melanjutkan berbagai program untuk memperkuat penciptaan lapangan kerja. Airlangga mengatakan upaya tersebut ditempuh melalui pelatihan vokasi, program magang, serta berbagai kebijakan yang mendukung penurunan tingkat pengangguran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....