Kemendukbangga: Pasangan Indonesia Lebih Banyak Menunda Punya Anak
- 29 Jul 2026 14:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendukbangga/BKKBN menyatakan pasangan Indonesia lebih banyak menunda memiliki anak daripada memilih child free.
- Penurunan angka kelahiran nasional masih berada dalam kondisi relatif seimbang dengan rata-rata dua hingga tiga anak.
- Pemerintah menyiapkan layanan day care dan pelatihan pengelola untuk mendukung pengasuhan keluarga muda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pasangan di Indonesia lebih banyak menunda memiliki anak dibandingkan memutuskan menjalani kehidupan tanpa anak atau child free. Penurunan angka kelahiran nasional juga masih berada pada kondisi relatif seimbang menurut Kemendukbangga/BKKBN.
Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menepis anggapan banyak pasangan memilih child free. Temuan lembaga menunjukkan pasangan muda lebih memilih menunda memiliki anak karena berbagai pertimbangan ekonomi dan finansial.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kemendukbangga/BKKBN Bonny Prasetyo menyampaikan penjelasan tersebut kepada Pro3 RRI. Bonny menilai menunda keturunan, dipengaruhi faktor ekonomi.
"Keputusan menunda memiliki anak umumnya dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi dan kesiapan finansial. Banyak pasangan muda ingin memastikan kondisi ekonomi mereka stabil sebelum memutuskan memiliki keturunan," kata Bonny, Rabu, 29 Juli 2026, di Jakarta.
Kesulitan ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong pasangan muda menunda memiliki keturunan setelah menikah. Pertimbangan pekerjaan serta keterjangkauan perumahan juga memengaruhi keputusan mereka sebelum membangun keluarga.
Bonny menegaskan penurunan angka kelahiran nasional masih berada dalam kondisi yang relatif seimbang. Perempuan pada usia reproduksi saat ini masih memiliki rata-rata dua hingga tiga anak.
"Angka kelahiran memang menurun, tetapi tidak drastis. Masih berada pada kondisi yang seimbang. Jadi yang harus dijaga adalah jangan sampai Indonesia terlalu cepat masuk ke fase aging population," katanya.
Kemendukbangga/BKKBN terus menyesuaikan berbagai program kependudukan untuk menjaga keseimbangan struktur penduduk nasional. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan pendukung melalui pengembangan layanan penitipan anak bagi keluarga muda.
BKKBN turut merumuskan standar layanan day care beserta pelatihan bagi tenaga pengelolanya. Langkah tersebut diharapkan membantu pasangan muda tetap bekerja tanpa mengabaikan pengasuhan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....