Waspada! Dua Bibit Siklon Tropis Picu Gelombang Tinggi hingga Empat Meter

  • 05 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi, dua bibit siklon tropis yang berkembang di kawasan Laut Filipina.
  • Fenomena ini, berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut sejumlah wilayah Indonesia hingga empat meter pada periode 4–7 Agustus 2026.
  • Bibit Siklon Tropis 94W berada di Laut Filipina timur Filipina. Sementara, Bibit Siklon Tropis 9SW terpantau di Laut Filipina barat Filipina

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi, dua bibit siklon tropis yang berkembang di kawasan Laut Filipina. Fenomena ini, berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut sejumlah wilayah Indonesia hingga empat meter pada periode 4–7 Agustus 2026.

Kedua bibit siklom tropis tersebut, yakni Bibit Siklon Tropis 94W dan Bibit Siklon Tropis 9SW. Pernyataan tegas tersebut, diungkapkan Plt Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra.

"Bibit Siklon Tropis 94W berada di Laut Filipina timur Filipina. Sementara, Bibit Siklon Tropis 9SW terpantau di Laut Filipina barat Filipina," kata dalam keterangan resminya seperti dilansir Antara, di Jakarta, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.

BMKG menjelaskan, keberadaan dua bibit siklon tersebut memperkuat kecepatan angin di wilayah utara maupun selatan Indonesia. Di kawasan utara, angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan hingga 27 knot.

Sedangkan, BMKH menjelaskan, di wilayah selatan kecepatannya dapat mencapai 38 knot dari arah timur hingga tenggara. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi wilayah:

• Selat Malaka bagian utara

• Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai

• Selat Makassar

• Laut Banda

• Laut Seram

• Laut Arafuru.

Kondisi tersebut, BMKG menuturkan, berpotensi meningkatkan aktivitas gelombang di berbagai jalur pelayaran. BMKG memprakirakan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah:

• Selat Karimata

• Laut Jawa

• Selat Makassar

• Teluk Bone

• Laut Banda

• Perairan utara Papua.

Ketinggian gelombang tersebut, sudah masuk kategori sedang dan perlu diwaspadai oleh pengguna jasa transportasi laut. Sementara itu, gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di wilayah:

• Selat Malaka bagian utara

• Samudra Hindia barat Sumatra

• Samudra Hindia di selatan Pulau Jawa

• Bali

• Nusa Tenggara Barat.

Wilayah-wilayah tersebut, BMKG menyebutkan, berpotensi mengalami kondisi laut yang lebih berbahaya dibandingkan perairan lainnya. Menurut BMKG, peningkatan tinggi gelombang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran berbagai jenis kapal.

"Risiko tersebut mencakup perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal kargo yang melintasi jalur-jalur terdampak. Nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di laut," ucap BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....