Makna Isi Sumpah Pemuda yang Menyatukan Bangsa Indonesia

  • 05 Agt 2026 10:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menegaskan semangat persatuan di tengah keberagaman.
  • Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran para pemuda bahwa perjuangan melawan penjajahan akan lebih kuat jika dilakukan secara bersama dengan persatuan dari berbagai suku, budaya, dan bahasa.
  • Tiga butir ikrar dalam Sumpah Pemuda menjadi dasar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang hingga kini masih relevan sebagai fondasi nasionalisme.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ikrar yang dibacakan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, menegaskan semangat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa.

Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran para pemuda bahwa perjuangan melawan penjajahan akan lebih kuat jika dilakukan secara bersama. Kesadaran tersebut kemudian diwujudkan dalam tiga butir ikrar yang menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia.

Butir pertama berbunyi, "Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia." Ikrar ini menegaskan bahwa seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan tanah air yang harus dijaga bersama.

Butir kedua berbunyi, "Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia." Ikrar tersebut menunjukkan komitmen para pemuda untuk mengesampingkan identitas kedaerahan dan mengutamakan jati diri sebagai satu bangsa.

Sementara itu, butir ketiga berbunyi, "Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia." Keputusan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi dan memperkuat identitas nasional.

Melansir Museum Sumpah Pemuda, ketiga butir tersebut menjadi fondasi lahirnya rasa kebangsaan Indonesia. Semangat itu kemudian terus tumbuh dan menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan bangsa Indonesia menuju Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Hingga kini, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda masih relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Persatuan, rasa memiliki, serta penggunaan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang sebagai peristiwa bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan. Semangat itulah yang terus diwariskan kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kebhinekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....