Kunjungi Tiga Fasilitas Strategis, Komut Pertamina Perkuat Sinergi One Pertamina
- 05 Agt 2026 03:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina memastikan keandalan operasi dan pasokan melalui peninjauan tiga fasilitas strategis di Jakarta.
- Seluruh fasilitas diminta memperkuat operational readiness, HSSE, digitalisasi, pemeliharaan, dan kesiapsiagaan darurat.
- Sinergi “One Pertamina” diarahkan meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan ketahanan energi nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau tiga fasilitas strategis Pertamina di Jakarta. Kegiatan Management Walkthrough (MWT) tersebut memastikan keandalan operasi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kunjungan kerja menyasar Terminal LPG Jakarta, Fuel Terminal (FT) Tanjung Priok, dan fasilitas Pertamina Lubricants (PTPL). Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian nasional sehingga keandalan pasokan harus selalu terjaga.
“Jakarta merupakan etalase Pertamina dan sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Tidak boleh ada ruang bagi gangguan pasokan atau penurunan kualitas layanan,” ujarnya.
Rangkaian dimulai dari Terminal LPG Jakarta, kemudian berlanjut menuju FT Tanjung Priok dan area marine. Iriawan selanjutnya meninjau PTPL sebelum mengakhiri kunjungan di kantor Regional JBB (MOR III).
Di kantor tersebut, Iriawan menyapa pekerja yang akrab disebut “perwira” Pertamina. Ia juga berdialog bersama jajaran pekerja mengenai kepemimpinan dalam lingkungan kerja.
Iriawan mengapresiasi seluruh insan Pertamina yang menjadi garda terdepan menjaga ketersediaan energi. Mereka memastikan pasokan BBM, LPG, dan pelumas bagi masyarakat serta sektor industri Jakarta dan sekitarnya.
Ia meminta seluruh fasilitas memiliki tingkat operational readiness yang selalu prima. Kesiapan tersebut mencakup keandalan aset, predictive maintenance, integritas fasilitas, serta kecukupan stok.
Kesiapan sumber daya manusia dan sistem tanggap darurat juga harus terus diuji. Seluruh unsur tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan operasi dalam berbagai kondisi.
Iriawan menegaskan keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lindungan lingkungan (HSSE) harus menjadi budaya kerja. Penerapannya tidak boleh berhenti sebagai bentuk kepatuhan administratif di setiap fasilitas Pertamina.
“Seluruh risiko harus diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini melalui inspeksi konsisten. Disiplin operasi, manajemen perubahan, dan kepemimpinan lapangan juga harus diperkuat,” katanya.
Setiap temuan dalam MWT diminta menjadi early warning untuk mencegah terjadinya insiden. Keberhasilan tidak hanya diukur berdasarkan ketiadaan kecelakaan pada hari pelaksanaan kegiatan.
“Keberhasilan ditentukan kemampuan mengidentifikasi dan menghilangkan potensi bahaya sebelum menjadi insiden. Pencegahan harus dilakukan sebelum risiko berkembang menjadi kecelakaan,” ucapnya.
Regional JBB diminta terus meningkatkan keandalan distribusi BBM melalui digitalisasi dan optimasi logistik. Koordinasi kuat bersama seluruh terminal dan lembaga terkait juga harus terus diperkuat.
Langkah tersebut diperlukan agar perusahaan mampu merespons dinamika permintaan energi secara cepat. Sementara itu, Pertamina Lubricants didorong memperkuat daya saing di berbagai pasar.
Penguatan dilakukan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, efisiensi proses, serta perluasan pasar domestik. Pertamina Lubricants juga diarahkan memperluas pasar internasional agar menjadi pemain pelumas kelas dunia.
Terminal LPG Jakarta dinilai berperan vital menjaga ketahanan pasokan energi rumah tangga dan industri. Iriawan mengingatkan karakteristik LPG berisiko tinggi serta fasilitas berdekatan dengan kawasan padat penduduk.
“Integritas fasilitas, inspeksi, pemeliharaan, kesiapsiagaan darurat, serta pengamanan operasi harus menjadi prioritas utama. Seluruh pengelolaan risiko wajib dilakukan secara disiplin,” ujarnya.
Iriawan mendorong penguatan sinergi antar-subholding agar rantai pasok energi berjalan sebagai sistem terintegrasi. Integrasi mencakup pasokan, penyimpanan, distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan.
Setiap unit juga diminta terus mencari peluang efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI) harus mendukung perbaikan berkelanjutan.
Pengembangan teknologi tersebut tidak boleh mengurangi standar keselamatan dalam setiap proses. Iriawan juga menekankan integrasi lintas fungsi, fasilitas, subholding, dan anak perusahaan.
Seluruh bagian harus bergerak sebagai satu rantai nilai melalui semangat “One Pertamina”. Pola kerja yang masih berjalan sendiri-sendiri diminta segera dihentikan.
“Bangun sinergi mulai pengadaan, produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan. Seluruh proses harus berjalan terintegrasi sebagai satu sistem,” katanya.
Integrasi tersebut harus mengoptimalkan utilisasi aset dan menyelaraskan perencanaan perusahaan. Langkah itu juga harus mengurangi duplikasi proses serta meningkatkan produktivitas.
Kapabilitas terbaik yang dimiliki Grup Pertamina perlu dimanfaatkan secara bersama. Menurut Iriawan, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur berdasarkan terjaminnya pasokan.
Keberhasilan juga ditentukan kemampuan menghasilkan kegiatan operasional yang semakin efisien. Efisiensi harus dicapai tanpa menurunkan standar keselamatan, kualitas, keandalan, dan pelayanan.
“Cost per liter BBM, cost per kilogram LPG, dan cost per liter pelumas harus terus menurun. Standar HSSE, kualitas produk, keandalan operasi, serta pelayanan tidak boleh berkurang,” ucapnya.
Iriawan menyebut pendekatan tersebut sebagai esensi Operational Excellence dalam pengelolaan perusahaan. Nilai terbaik harus dihasilkan melalui kolaborasi, efisiensi, dan sinergi seluruh bagian.
Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat daya saing Pertamina sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Keandalan pasokan, operational excellence, dan penerapan HSSE menjadi fondasi utama perusahaan.
Ketiga fondasi tersebut dinilai penting menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina. Seluruh insan perusahaan diminta bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat memberikan terbaik bagi bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....