DPR Imbau Publik Tak Mudah Terprovokasi Isu Keamanan, jelang HUT RI

  • 05 Agt 2026 04:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ahmad Sahroni mengimbau masyarakat tidak terprovokasi isu keamanan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
  • Sahroni meminta seluruh pihak menyebarkan informasi akurat agar situasi tetap kondusif.
  • Dave Laksono memastikan tidak ada peningkatan ancaman keamanan menjelang HUT ke-81 RI.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengimbau masyarakat tidak terprovokasi berbagai narasi yang beredar di media sosial. Terlebih terkait isu keamanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Menurut Sahroni, berbagai informasi yang belum terverifikasi, berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Seperti isu aksi demonstrasi besar-besaran maupun kabar pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.

Ia meminta semua pihak lebih mengedepankan penyebaran informasi yang akurat dan tidak memperkeruh situasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan rasa aman menjelang peringatan hari kemerdekaan.

“Kita berharap para pihak lebih menguatkan pada isu-isu yang tidak benar. Dan jangan menakutkan, begitu kan. Dan kita harap negara ini negara yang kuat, dan jangan ada hal-hal yang menakutkan masyarakat,” kata Sahroni di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Sahroni juga mengingatkan bahwa apabila terjadi gangguan keamanan dalam skala besar, dampaknya akan dirasakan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga kondusivitas demi kepentingan bersama.

“Kita harus bersama-sama menguatkan negara ini lebih kuat, dan sayangilah negara kita. Mari kita jaga sama-sama untuk kepentingan rakyat dan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono memastikan saat ini tidak ada peningkatan ancaman terhadap keamanan menjelang HUT ke-81 RI. Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari pemerintah dan aparat berwenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....