Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang
- 04 Agt 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 71 personel SAR Brimob diterjunkan untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Padang.
- Lima tim ditempatkan di Kuranji, Air Pacah, Tunggul Hitam, dan kawasan Sungai Sapih.
- Pendataan korban dan pengungsi dilakukan bersamaan dengan evakuasi serta penyaluran kebutuhan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polri mengevakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin sore. Operasi kemanusiaan dilakukan setelah tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah permukiman warga tergenang banjir.
Sebanyak 71 personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat dikerahkan sejak pukul 15.00 WIB. Mereka terbagi dalam lima tim untuk menjangkau sejumlah titik terdampak dan membantu penyelamatan masyarakat.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan masyarakat terdampak banjir menuju tempat aman. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi di sejumlah wilayah terdampak,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dikutip, Selasa , 4 Agustus 2026.
Karopenmas memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pendataan korban dan pengungsi dilakukan bersamaan dengan proses penyelamatan di seluruh lokasi terdampak.
Kelima tim ditempatkan di Kuranji, Air Pacah, Tunggul Hitam, dan Sungai Sapih. Salah satu titik penanganan berada di Perumahan Villa Bukit Gading III yang masih tergenang.
Tim pertama beranggotakan 10 personel, sedangkan tim kedua berkekuatan 13 personel. Tiga tim lainnya masing-masing terdiri atas 18 personel, 15 personel, dan 15 personel.
Brimob mengerahkan lima perahu karet, mesin tempel, jaket pelampung, helm SAR, dan tali karmantel. Peralatan pendukung mencakup radio komunikasi, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan tambahan.
Operasi tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Rencana itu menjadi dasar pengerahan personel dan perlengkapan menuju seluruh wilayah terdampak banjir.
“Kami mendata korban dan warga mengungsi secara paralel dengan proses penyelamatan yang masih berlangsung. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi secara tepat sasaran,” katanya.
Jumlah korban dan pengungsi masih dalam pendataan karena kondisi lapangan terus berkembang. Data sementara akan diperbarui setelah proses verifikasi bersama seluruh instansi terkait selesai dilakukan.
Penanganan melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga mendukung evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan.
Polri mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mengikuti seluruh arahan petugas. Warga diminta segera melapor apabila mengetahui masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob masih bersiaga di sejumlah lokasi banjir. Evakuasi dilanjutkan sampai situasi dinyatakan aman dan seluruh kebutuhan korban terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....