BGN Tetapkan Keracunan MBG sebagai Kejadian Fatal
- 03 Agt 2026 19:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keputusan ini diambil setelah Sudaryono melakukan kunjungan langsung ke penerima manfaat yang terdampak insiden di Semarang.
- Evaluasi yang dilakukan ditindaklanjuti dengan penerapan pengawasan yang lebih ketat dan penegakan disiplin di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Kepala BGN Sudaryono mengubah status keracunan Program Makan Bergizi Gratis menjadi kejadian fatal dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN, Sudaryono, mengubah status keracunan Program Makan Bergizi Gratis menjadi kejadian fatal. Kebijakan tersebut diikuti penerapan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Keputusan itu diambil setelah Sudaryono mengunjungi penerima manfaat yang terdampak kejadian di Semarang. Hasil evaluasi kemudian ditindaklanjuti dengan memperketat pengawasan dan penegakan disiplin di seluruh SPPG.
"Sesuai hasil rapat, kami memutuskan keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan seseorang, kami berharap ini menjadi kasus pertama sekaligus terakhir sejak saya menjabat Kepala Badan," katanya saat konferensi pers, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Perubahan status tersebut juga diikuti prosedur penanganan yang lebih ketat di seluruh SPPG. Setiap dapur yang diduga menjadi sumber insiden langsung dihentikan sementara untuk menjalani investigasi.
Pemeriksaan mencakup hasil laboratorium, penerapan higiene dan sanitasi, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional. Evaluasi juga dilakukan terhadap seluruh personel yang bertanggung jawab mengelola operasional dapur.
"Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami hentikan sementara. Kepala SPPG kami copot untuk menjalani proses investigasi," ucapnya.
Sudaryono menegaskan kebijakan tersebut tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi kepada petugas. Langkah itu juga diarahkan membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan penerima manfaat.
"Hasil investigasi menjadi dasar menentukan langkah berikutnya. Kami akan menilai apakah terjadi kelalaian atau terdapat unsur lainnya," katanya.
Menurutnya, kedisiplinan seluruh pihak harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
"Zero tolerance terhadap kasus keracunan harus diterapkan tanpa pengecualian. Ini menyangkut keselamatan anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ucapnya.
BGN memastikan Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat melalui peningkatan standar keamanan pangan. Upaya tersebut diharapkan menjamin manfaat program sekaligus melindungi seluruh penerima manfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....