BGN Tangguhkan SPPG, usai 707 Penerima MBG Diduga Keracunan

  • 02 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMK Negeri 6 Semarang menyusul dugaan keracunan makanan pada pelajar.
  • Kepala BGN Sudaryono telah meninjau korban di tiga rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan dan memantau penanganan medis mereka.
  • Penghentian sementara SPPG dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lengkap mengenai penyebab dugaan keracunan makanan tersebut.

RRI.CO.ID, Semarang - Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu terjadi, karena setelah 707 penerima diduga keracunan.

Keputusan tersebut diberlakukan sementara sambil menunggu hasil investigasi penyebab dugaan keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis. Kepala BGN Sudaryono langsung bergerak cepat melihat kondisi ini.

Sudaryono meninjau korban di tiga rumah sakit untuk memastikan kondisi sekaligus memantau penanganan medis yang diberikan. Korban dugaan keracunan berasal dari SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah, setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis.

Sudaryono menyampaikan tim investigasi masih mendalami penyebab dugaan keracunan melalui pemeriksaan menyeluruh. “Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.

Sudaryono menegaskan BGN tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. BGN menyatakan akan mengambil tindakan tegas apabila investigasi menemukan pelanggaran dalam penyediaan makanan.

“Kalau nanti terbukti ada kelalaian. Kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Semarang sebelumnya melaporkan sebanyak 693 siswa dan 14 guru diduga mengalami keracunan makanan. Seluruh penerima tersebut merupakan peserta Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah.

Para korban umumnya mengalami gejala pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan program tersebut. Sebagian korban menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sedangkan lainnya memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Pemerintah bersama instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi korban. Proses penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menjaga keamanan Program Makan Bergizi Gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....