Komisi IX Soroti Metode Fire Walk BPJS Ketenagakerjaan, Tekankan Keselamatan
- 03 Agt 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyoroti penggunaan metode fire walk dalam pembentukan karakter calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan dengan mengingatkan pentingnya manajemen risiko.
- Vita mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan membangun keberanian, daya juang, dan kepercayaan diri calon pegawai melalui program pelatihan karakter.
- Pengembangan karakter calon pegawai tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan dalam setiap proses pelatihan yang dilaksanakan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyoroti pelaksanaan fire walk dalam pembentukan karakter calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, pembentukan mental perlu tetap mengedepankan prinsip manajemen risiko dan budaya keselamatan.
Vita mengapresiasi upaya BPJS Ketenagakerjaan membangun keberanian, daya juang, dan kepercayaan diri calon pegawai. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan karakter tidak mengesampingkan aspek keselamatan dalam setiap proses pelatihan.
Lebih lanjut, Vita menegaskan BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan dalam penerapan standar keselamatan kerja. Ia mengatakan, prinsip tersebut perlu diterapkan pada setiap kegiatan, termasuk pendidikan dan pelatihan pegawai.
"Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya. Penerapan tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan pegawai yang sejalan dengan upaya mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja,” ujar Vita dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Vita mengatakan, perhatian utama tidak hanya tertuju pada metode pelatihan yang digunakan. Menurut dia, pembinaan tersebut perlu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan, kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan tercermin dari kinerja dalam menjalankan tugas. Vita mengatakan, bukan semata kemampuan menghadapi tantangan fisik, tetapi juga bagaimana menjalankan tanggung jawab kepada peserta.
"Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api. Keberhasilan ditentukan oleh integritas mengelola amanah, profesionalisme kerja, serta empati terhadap peserta,” kata Vita.
Selain itu, Vita mengatakan keberhasilan pegawai tercermin dari kecepatan dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta. Menurut dia, pelayanan tersebut harus memastikan setiap pekerja memperoleh hak perlindungan melalui lima program BPJS Ketenagakerjaan.
Program tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, serta Jaminan Hari Tua. Program tersebut juga mencakup Jaminan Pensiun dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Sebagai mitra pengawas, Vita menegaskan Komisi IX DPR RI mendukung setiap inovasi pengembangan sumber daya manusia terukur manfaatnya. Menurutnya, inovasi tersebut perlu tetap mengedepankan keselamatan dalam pelaksanaannya.
Menutup keterangannya, Vita menekankan keberanian yang bersifat simbolis tidak boleh mengaburkan esensi pelayanan publik. Ia menilai kepercayaan masyarakat hanya dapat dijaga melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan berorientasi pelayanan.
"Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik dibangun melalui budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Itulah fondasi sesungguhnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat," ucap Vita.
Sebelumnya viral di media sosial yang menampilkan sejumlah calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah peserta berjalan di atas bara api sambil meneriakkan, "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....