Humanitarian Update Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Respons Kemanusiaan
- 02 Agt 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Berbagai krisis kemanusiaan menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam setiap respons. Perubahan iklim, pengungsian, keterbatasan layanan dasar, hingga tantangan pendanaan terus memengaruhi kehidupan banyak masyarakat. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak memperkuat koordinasi agar respons kemanusiaan berjalan lebih efektif.
Dalam rangka memperingati World Humanitarian Day 2026, Human Initiative menggelar Humanitarian Update bertajuk "Krisis Kemanusiaan Hari Ini: Apa yang Terjadi & Bagaimana Kita Merespons Bersama?". Forum ini mempertemukan organisasi kemanusiaan, lembaga filantropi, pemerintah, akademisi, serta berbagai mitra untuk bertukar pandangan mengenai tantangan kemanusiaan dan pentingnya kolaborasi.
Andjar Radite, Vice President of Organizational Services & Development Human Initiative, membuka forum tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap krisis selalu berdampak pada kehidupan manusia. Karena itu, respons kemanusiaan perlu menjaga martabat masyarakat dan melibatkan berbagai pihak sesuai kapasitasnya.
Andjar menilai kualitas respons tidak hanya bergantung pada kecepatan penyaluran bantuan. Ketepatan sasaran, keamanan, inklusivitas, dan akuntabilitas juga menentukan efektivitas setiap aksi kemanusiaan.
"Kita mungkin tidak mampu mencegah seluruh krisis, namun kita dapat memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapinya sendiri. Kita mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan dalam satu forum, namun kita dapat memulai langkah yang lebih terkoordinasi, lebih berani, dan lebih manusiawi," ujar Andjar Radite.
Pada sesi keynote speech, Ronaldo G. Reario, Head of OCHA Liaison Office to ASEAN, menyoroti meningkatnya kebutuhan kemanusiaan, dampak perubahan iklim, keterbatasan pendanaan, serta tantangan menjangkau masyarakat terdampak. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kerja sama yang semakin erat.
"Tidak ada satu organisasi pun yang dapat menangani krisis kemanusiaan sendirian. Kolaborasi merupakan landasan utama bagi respons kemanusiaan yang efektif, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Ronaldo G. Reario.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Respons Kemanusiaan
Diskusi panel menghadirkan Widowati, Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Rully Amrullah, Plt. Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), serta Muhammad Kaimuddin, Direktur Eksekutif Aliansi Pembangunan Kemanusiaan Indonesia (AP KI) sekaligus Manager Humanitarian Diplomacy & Advocacy Human Initiative.
Widowati menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi sebelum krisis terjadi. Jejaring antarlembaga membantu memperjelas koordinasi dan memperkuat peran organisasi lokal dalam setiap tahapan respons.
Rully Amrullah memandang filantropi tidak hanya menghimpun sumber daya, tetapi juga memperkuat kemitraan antara organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.
Muhammad Kaimuddin mengangkat isu polycrisis, yaitu berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan dan saling memengaruhi. Ia mendorong penguatan organisasi lokal, pemanfaatan teknologi, penggunaan data, serta kolaborasi lintas sektor agar setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kapasitasnya.
Forum ini menegaskan bahwa respons kemanusiaan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Organisasi kemanusiaan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat perlu saling melengkapi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dijangkau.
Setiap langkah kebaikan akan memberi dampak lebih luas ketika dilakukan bersama. Mari memperluas kolaborasi kebaikan bersama Human Initiative dan ambil bagian dalam berbagai program kemanusiaan melalui solusipeduli.org.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....