Menekraf: JSD Blok M Festival Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal

  • 02 Agt 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menilai penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif
  • Khususnya melalui pengembangan subsektor fesyen dan jenama lokal
  • Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan festival tersebut menunjukkan kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif mampu memberikan dampak yang lebih luas

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menilai penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif. Khususnya melalui pengembangan subsektor fesyen dan jenama lokal.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan festival tersebut menunjukkan kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif mampu memberikan dampak yang lebih luas. JSD menghadirkan perpaduan fesyen, musik, seni, beauty and wellness, serta kuliner dalam satu ekosistem.

"Ketika berbagai subsektor ekonomi kreatif bersinergi dalam satu ruang adaptif, dampaknya jauh lebih besar, mulai dari terciptanya audiens bersama, efisiensi promosi. Hingga terbuka peluang ekspor dan penguatan posisi jenama lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri," kata Riefky, Minggu, 2 Agustus 2026.

Festival yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menghadirkan lebih dari 260 gerai, dengan sekitar 75 persen di antaranya merupakan merek lokal Indonesia. Menurut Riefky, konsep festival berbasis komunitas mampu mengoptimalkan ruang publik menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Selain berbelanja produk fesyen, pengunjung juga dapat menikmati beragam aktivitas kreatif yang mendorong perputaran ekonomi di kawasan tersebut. Ia berharap semakin banyak ruang kolaboratif serupa yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta mengembangkan usaha kreatif yang adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

Penguatan subsektor fesyen, lanjutnya, sejalan dengan kinerja positif ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun atau berkontribusi 7,38 persen terhadap PDB nasional.

Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,70 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf meninjau sejumlah jenama lokal yang mengikuti festival.

Menurutnya, kehadiran berbagai merek tersebut mencerminkan semakin meningkatnya daya saing produk fesyen Indonesia di pasar nasional maupun internasional. Sementara itu, CEO India Corp Aji Pratomo mengatakan JSD Blok M Festival lahir dari semangat menjadikan kawasan Blok M sebagai ruang kolaborasi komunitas kreatif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setempat.

"JSD Blok M Festival lahir dari semangat untuk merayakan Blok M sebagai ruang berkumpulnya komunitas kreatif. Karena itu kami mengajak berbagai event, komunitas, dan jenama untuk berkolaborasi dalam satu festival sehingga pengunjung bisa menikmati pengalaman yang lebih lengkap," ujar Aji.

Di sisi lain, Founder Othman Dimas Muhammad Rusydi menilai dukungan pemerintah dan ekosistem seperti JSD menjadi modal penting bagi jenama lokal untuk memperluas pasar hingga mancanegara. Menurutnya, pengalaman Othman menembus pasar Jepang menunjukkan produk fesyen Indonesia memiliki potensi bersaing di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....