Menekraf: Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Gen Z dan Milenial Dominasi
- 30 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja sepanjang 2025 atau mencapai 107 persen dari target pemerintah.
- Pelaku ekonomi kreatif didominasi generasi Z dan milenial, dengan 58 persen berasal dari kalangan perempuan.
- Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif mencapai 134 persen dari target, sementara pemerintah mulai menyiapkan pencatatan ekspor jasa digital.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja sepanjang 2025. Jumlah tersebut melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebanyak 25,5 juta pekerja.
Riefky mengatakan, realisasi penyerapan tenaga kerja mencapai 107 persen dari target. Capaian itu menunjukkan sektor ekonomi kreatif terus berkembang sebagai penggerak perekonomian nasional.
“Tenaga kerja ekraf ditargetkan di 2025 25,5 juta. Capaiannya adalah 107 persen atau 27,4 juta," ujar Riefky dalam pembaruan PHTC di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pelaku ekonomi kreatif didominasi generasi Z dan milenial. Selain itu, mayoritas pelaku sektor tersebut juga merupakan perempuan.
“Dari data ini yang menarik adalah pegiat ekraf 63% adalah Gen Z dan Milenial, dan 58% perempuan. Artinya sektor ini sangat inklusif begitu," katanya.
Menurut Riefky, besarnya peran generasi muda menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Perkembangan teknologi digital juga membuka peluang bagi subsektor baru untuk berkembang lebih cepat.
"Kami melihat selain tujuh subsektor prioritas itu, ada dua subsektor yang juga berkembang sangat pesat, yaitu teknologi baru dan content digital. Keduanya berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," kata Riefky.
Ia menjelaskan penyerapan tenaga kerja menjadi satu dari empat indikator kinerja utama Kementerian Ekonomi Kreatif. Indikator lainnya meliputi realisasi investasi, nilai ekspor, dan kontribusi sektor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi investasi, target sektor ekonomi kreatif pada 2025 ditetapkan sebesar Rp136 triliun. Realisasinya sendiri mencapai 134 persen dari target yang telah ditentukan.
"Jadi total realisasi investasi di tahun 2025, 9,5 persen itu masuknya ke sektor ekonomi kreatif. Artinya bahwa investor internasional semakin percaya untuk menanamkan modalnya di sektor ekonomi kreatif," ujarnya.
Sementara itu, sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Namun, Riefky menilai kontribusi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, pencatatan saat ini masih terbatas pada ekspor barang fisik melalui jalur laut dan udara. Pemerintah berencana mulai menghitung ekspor jasa digital agar kontribusi ekonomi kreatif tergambar lebih menyeluruh.
"Yang tercatat saat ini baru produk-produk yang dikirim menggunakan kontainer atau kargo pesawat. Ke depan kami ingin mulai menghitung juga ekspor jasa digital agar kontribusi ekonomi kreatif dapat tergambar lebih utuh," katanya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....